Bobby Nasution Tak Tanggung Bina UMKM Medan dari Pengelolaan Bisnis hingga Adopsi Teknologi

179

MEDAN ketikberita.com | Sebagai upaya mengembangkan dan memajukan UMKM yang terdampak pandemi Covid-19, Wali Kota Medan Bobby Nasution terus melakukan sejumlah terobosan. Selain melakukan pembimbingan dalam pengembangan produk, juga diikuti dengan pengelolaan bisnis serta adopsi teknologi. Di samping itu juga melakukan pembinaan pemasaran dan memberikan bantuan inventaris guna meningkatkan kualitas penjualan.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Kota Medan, mau tidak mau semua orang harus beralih ke dunia teknologi, termasuk pelaku UMKM. Menyikapi hal itu, Bobby Nasution ingin membantu pelaku UMKM dalam pembinaan bisnis hingga adopsi teknologi. Sebab, melek teknologi sangat dibutuhkan agar pelaku UMKM dapat survive dalam ekonomi digital saat ini.

Diungkapkan Bobby Nasution, banyak pelaku UMKM yang memiliki produk unggulan namun mereka kesulitan dalam memasarkan akibat keterbatasan pengetahuan, terutama dalam memanfaatkan teknologi. Begitu juga dengan packingsasi produk yang dilakukan, imbuhnya, masih dilakukan sederhana sehingga kurang menarik perhatian pembeli.

“Kekurangan inilah yang kita sikapi. Kita akan bantu dan bimbing mereka agar bisa memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan pengemasan maupun penjualan produk mereka. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membantu pelaku UMKM dapat bangkit dan naik kelas yang pada akhirnya akan membantu memulihkan perekonomian kita,” kata Bobby Nasution beberapa hari lalu.

Selain itu, ungkap Bobby, Pemko Medan telah menjadi market bagi para pelaku UMKM, terutama sektor kuliner dengan memasukkan ke dalam e-Katalog Pemko Medan. Artinya, untuk makan dan minum di lingkungan Pemko Medan saat ini telah menggunakan kuliner dari pelaku UMKM. Di samping itu juga dalam upaya mengembangkan sekaligus UMKM, jelasnya, Pemko Medan telah menghadirkan program sakasanwira (satu kelurahan satu sentra wirausaha).

Yang teranyar, Jumat (19/11), Pemko Medan menggelar Pekan Kuliner Kondang UMKM (PKK UMKM) Kota Medan di seputaran Gedung Warenhuis dan halaman Kantor Wali Kota Medan sebagai bentuk dukungan dan upaya sekaligus wadah bagi pelaku UMKM agar lebih dikenal masyarakat. Bersamaan itu Bobby Nasution juga telah menjadikan Balai Kota Medan sebagai destinasi wisata baru. Setiap Sabtu malam, Balai Kota dibuka untuk warga.

Selain menikmati aneka kuliner, masyarakat juga disungguhkan pertunjukan seni, budaya serta pertunjukan lainnya yang ditampilkan sejumlah komunitas. Meski demikian protokol kesehatan diberlakukan dengan ketat, serta warga yang bisa memasuki Balai Kota harus sudah divaksin. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19. Sebab, Bobby ingin ekonomi dan kesehatan harus berjalan dengan baik.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Anwar Syarif saat dihubungi Jumat (26/11) menjelaskan, sesuai dengan tupoksi, Dinas Koperasi UMKM melakukan pembinaan untuk penguatan kapasitas pelaku UMKM. Dijelaskannya, penguatan itu dilakukan dari sisi pencatatan usaha mulai dari pembukuan dasar, perizinan dasar serta legalitas usaha.

“Apalagi dengan kondisi pandemi yang kita alami hampir 2 tahun ini, arah kebijakan nasional adalah bagaimana UMKM ini naik kelas. Artinya, teknologi juga diperlukan dalam membina UMKM. Jadi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan terus mendorong bagaimana pelaku UMKM berinovasi dalam bentuk pemasaran produk melalui digital, termasuk inovasi produknya,” jelas Anwar.

Terkait pembinaan UMKM yang dilakukan Dinas Koperasidan UMKM Kota Medan dengan Pekan Kuliner Kondang UMKM (PKK UMKM) Kota Medan, jelas Anwar, PKK UMKM termasuk salah satu kolaborasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM guna meningkat pemasaran produk UMKM. (er)