Bobby Nasution Punya Perencanaan Komprehensif Tangani Banjir di Medan

149

MEDAN ketikberita.com | Penanganan banjir merupakan salah satu program prioritas utama yang akan dituntaskan Wali kota Medan Bobby Nasution hingga berakhirnya masa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Pemko Medan. Setiap kali mendapat informasi banjir menimpa warga, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu langsung gerak cepat (gercep) turun langsung ke lokasi. Selain melihat kondisi warga, juga ingin mengetahui apa yang menjadi pemicu banjir dan kemudian memberikan solusi untuk mengatasinya.

Seperti menerima laporan banjir yang menimpa warga Jalan Pertahanan Gg Saudara, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (3/11) lalu. Bobby Nasution langsung meninjau lokasi, ada sebanyak 4 lingkungan yakni Lingkungan 4, 5, 6 dan 7 yang dihuni 250 KK menjadi korban banjir dengan ketinggian air sekitar 10 cm.

Setelah dilakukan penelusuran, penyebab terjadinya banjir akibat kapasitas parit inpres tidak mampu lagi menampung debit air hujan. Begitu curah hujan tinggi, parit inpres tidak berfungsi untuk menyalurkan debit air hujan sehingga melimpah menggenangi jalan dan rumah warga sekitar. Kondisi diperparah lagi dengan adanya penyumpatan di tengah parit. Alhasil, air pun lama surut sehingga sangat mengganggu aktifitas warga.

Bobby Nasution langsung memerintahkan Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU) Ferri Ichsan dan perwakilan dari Balai Jalan Provinsi Sumut yang ikut mendampingi dalam peninjauan tersebut segera mengatasi persoalan banjir tersebut. Untuk langkah cepat, Bobby minta Dinas PU dan Balai Jalan Provinsi Sumut untuk membuat bak kontrol di bawah Jembatan Fly Over Amplas sebanyak 2 titik sebagai solusi sementara. “Pembuatan bak kontrol ini dilakukan untuk memudahkan dilakukannya proses pembersihan drainase sehingga air tetap lancar mengalir,” kata Bobby Nasution ketika itu.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, Bobby Nasution mengungkapkan, Pemko Medan akan meningkatkan kapasitas drainase hingga ke Jalan Panglima Denai. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perencanaan yang komprehensif dalam menangani permasalahan banjir di Kota Medan, khususnya di sekitar wilayah tersebut.

“Saya mau ini langsung dilakukan pengerjaannya sesegera mungkin, agar masyarakat ini tidak kebanjiran lagi. Kalau bisa pembangunan bak kontrol ini dilakukan hari ini juga sebagai solusi sementara. Sedangkan untuk penanganan banjir dalam jangka panjang, kita akan meningkatkan kapasitas drainase yang ada di Jalan Panglima Denai sehingga air dapat mengalir. Artinya, penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif sehingga tidak terjadi banjir lagi,” jelas Bobby.

Solusi yang dilakukan Bobby Nasution dalam menangani permasalahan banjir dengan melakukan perencanaan secara komprehensif dinilai sangat tepat oleh Direktur Eksekutif Suluh Muda Indonesia (SMII) Kristian Redison Simarmata. Menurut Kristian, langkah Bobby Nasution dengan membuat bak kontrol merupakan langkah yang cukup baik sebagai upaya preventif dalam menangani persoalan banjir akibat terjadinya penyumbatan saluran parit. Dengan adanya bak control, jelasnya, tentunya memprmudah petugas dalam membersihkan saluran parit.

“Saya sangat mendukung langkah Pak Wali ini, apalagi pembuatan bak control dilakukan secepatnya.Di samping itu tentunya proses pengerjaan harus diawasi, sehingga tidak ada penyimpangan maupun kesalahan dalam pembuatannya. Sebab, niat Pak Wali kota sudah sangat baik. Saya sarankan, pembuatan bak kontrok tidak hanya , tapi lebih dan jaraknya tidak saling berjauhan sehingga semakin mempermudah pembersihan saluran parit,” sarannya.

Selanjutnya, Kristian menilai Bobby Nasution memiliki perencanaan yang komperehensif dalam menangani masalah banjir di wilayah tersebut. Apalagi, solusi jangka pangjang yang dilakukan Bobby Nasution dengan melakukan peningkatan kapasitas drainase hingga ke wilayah Jalan Panglima Denai merupakan langkah terbaik saat ini. Disamping itu, lanjutnya, perlu juga diperhatikan peningkatan saluran drainase primer yang mengarahkan air langsung ke Sungai Denai. Kemudian diikuti saluran sekunder dari daerah Amplas hingga menuju saluran primer hingga saluran tersier dari pemukiman atau perumahan penduduk. Dengan dmikian penanganan komprehensif yang dilakukan benar-benar terwujud.

“Selain itu kita berharap agar Pemko Medan juga dapat mengaktifkan kembali tenaga pembersihan parit secara rutin dengan meminta laporan mingguan dari kepling dan lurah. Laporan itu harus dilengkapi dengan foto dan video lokasi parit maupun draianse yang dibersihkan. Jika ini dilakukan, saya yakin pembersihan yang dilakukan akan lebih maksimal dan masyarakat dapat merasakannya,” ungkapnya.

Tidak itu saja, Krsitian juga mendorong untuk dilakukannya pelebaran disertai pendalaman parit-parit lingkungan yang merupakan parit tersier. Dengan begitu air akan lancar mengalir hingga parit sekunder menuju bak kontrol sebelum ke parit primer. Kemudian mendorong vegetasi dipinggir jalan dan parit sekaligus membuat ruang terbuka hijau untuk resapan air.
“Jika memungkinkan, kita juga mendorong untuk dibangunnya sumur-sumur resapan biopori air, terutama di daerah padat seperti Amplas dan beberapa wilayah di Medan Denai. Sumur-sumur itu nantinya juga dapat dipergunakan sebagai penopang air untuk kinerja pemadaman kebakaran dalam melakukan pemadamam jika di kawasan tersebut terjadi banjir,” harapnya. (er)