BI Sumut Siap Layani Pemenuhan Uang Selama Bulan Puasa dan Idul Fitri

16

MEDAN ketikberita.com | Kondisi pandemi Covid-19 saat ini, layanan perbankan kepada masyarakat mengalami keterbatasan untuk berinteraksi langsung. Namun demikian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) dan Perbankan berupaya memberikan layanan pemenuhan uang dalam jumlah nominal yang cukup, pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar.

“Kita akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dalam pemenuhan uang selama Bulan Puasa dan Idul Fitri,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Soekowardojo ketika koordinasi dengan 58 Pimpinan Bank Umum di Medan, Rabu (07/04/2021).

Dijelaskannya, pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 serapan uang pecahan kecil mengalami penurunan yang signifikan sekitar 92% (yoy) atau sekitar Rp.2,5 triliun. Pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2021 proyeksi penarikan uang dalam rangka kebutuhan Ramadhan dan Idhul Fitri 1442 H untuk wilayah kerja Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara berkisar Rp.2,6 trililun atau naik sekitar 4% (yoy).

“Kalau untuk wilayah Kantor Depot Kas (DKW) Sumatera Utara yang meliputi Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh berkisar Rp.8,9 triliun atau naik sekitar 12% (yoy). Ini tentunya iklim yang baik dari wujud sinergisitas yang terbangun antara Bank Indonesia dengan Perbankan dan BPR dalam memberikan pemenuhan uang layak edar ke masyarakat, “katanya.

Dalam koordinasi dengan 58 Pimpinan Bank Umum di Medan dalam menyambut Ramadhan dan Idhul Fitri 1442H/2021 dengan mengangkat tema “Ramadhan Penuh Berkah dengan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut ini juga menyampaikan kalau strategi-strategi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk pemenuhan uang kartal pada bulan Ramadhan dan Idhul Fitri 1442 H ke daerah yang dikategorikan 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil) yakni dengan cara melakukan kas keliling secara Wholesale bekerjasama dengan PERBARINDO / BPR, Kantor Pos dan Pegadaian serta perbankan yang beroperasional di daerah 3T tersebut.

“Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara juga memberi kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat apabila akan melakukan penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan ke 75 tahun NKRI (UPK-75) sebanyak maksimum 100 lembar per KTP tiap hari dan dapat menukar kembali pada hari berikutnya, dan juga bekerjasama dengan perbankan untuk memfasilitasi nasabahnya untuk memberikan layanan kepada nasabahnya, sehingga masyarakat yang jauh dari Kantor Bank Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan UPK-75.

Dan perlu diketahui bersama dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 22/11/PBV/2020 tentang Penegeluaran Uang Rupiah Khusus, UPK-75 sejak diterbitkan merupakan alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI, dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran sebagaimana uang Rupiah lainnya dapat untuk berbelanja, dan untuk bertransaksi lainnya disamping untuk disimpan sebagai koleksi, “ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Soekowardojo juga memberikan apresiasi kepada 5 bank yang melakukan penukaran UPK-75 realtif banyak untuk memfasilitasi nasabahnya mendapatkan penukaran UPK-75 pada periode sejak diberlakukannya pada 18 Agustus 2020 hingga bulan Maret 2021.

Adapun kelima bank tersebut adalah Bank Mandiri sebanyak 135.366 lembar, Bank Mestika69.960 lembar, BCA 63.850 lembar, Bank Danamon 39.119 lembar dan Bank Mayapada sebanyak 10.246 lembar.

“Kami juga mendorong kepada perbankan lainnya untuk dapat menyediakan layanan penukaran UPK-75 kepada nasabahnya, “ujarnya.

Dalam upaya memberikan edukasi dan pemahaman masyarakat untuk mengenal ciri-ciri keaslian uang Rupiah sambungnya, pihaknya telah membuat tagline “Cinta, Bangga dan Paham Rupiah”.

Di mana maksud dari tagline tersebut adalah Cinta Rupiah agar masyarakat dapat mengenali, merawat dan menjaga uang Rupiah kita. Sedangkan maksud dari Bangga Rupiah adalah terhadap Rupiah, kita Bangga sebagai simbol kedaulatan, alat pembayaran yang sah dan bangga sebagai pemersatu bangsa.

Sedangkan maksud dari paham Rupiah bilangnya lagi, adalah agar masyarakat dapat memahami uang Rupiah dapat digunakan sebagai alat bertransaksi yang sah, berbelanja dan berhemat sebagai tabungan. (er)