Bank Indonesia Optimis 2021 Ekonomi Sumut Tumbuh 4,8 Hingga 5,2 Persen

41

MEDAN ketikberita.com | Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat (foto) merasa optimis di Tahun 2021 nanti, perekonomian Sumatera Utara semakin membaik, hingga bisa tumbuh 4,8 persen hingga 5,2 persen. Optimisme tersebut disampaikan Wiwiek Sisto Widayat pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 dengan tema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” di Hotel Adi Mulya Medan, Kamis (3/12/2020).

Lebih lanjut dikatakan Wiwiek Sisto Widayat, “Dari assessment yang kami lakukan, kami melihat bahwa, di Sumut perekonomian di 2021 akan membaik. Semuanya akan membaik.

“Beberapa indikator, bila kita lihat dari sisi PDRB-nya, bahwa di triwulan IV-2020 secara year on year (yoy) diperkirakan akan positif, meskipun masih di angka 0,5-1%. Dan ekonomi di 2020 kita proyeksikan akan tumbuh di kisaran 0,5% hingga 1%,” ujar Wiwiek Sisto Widayat.

Selain itu, Wiwiek juga mengatakan, di tahun 2021, semua indikator akan menunjukkan perbaikan. Baik dari sisi konsumsi, pembiayaan pemerintah, investasi, maupun ekspor yang juga mulai mengalami perbaikan di triwulan IV 2020 ini.

“Dengan beberapa indikasi dan leading indikator ini, kami punya keyakinan bahwa 2021 ekonomi Sumut akan bisa tumbuh di angka 4,8-52%,” tegasnya.

Terkait dengan inflasi, Wiwiek berpendapat, inflasi di Sumut tidak ada masalah. Menurut orang nomor satu di BI Sumut itu, tekanan memang meningkat di 2021, namun sasaran inflasi Sumut di 2021 turun dari 3+/-1% di 2020 menjadi 2,5+/-1%.

“Memang, dengan stabilnya inflasi di 2018-2019, dan 2020 karena potensi demand yang tidak ada, maka di 2021 akan naik. Tetapi akan masih berada di sasaran kita di 2,5%+/-1%,” jelas Wiwiek Sisto Widayat.

Pada kesempatan itu, Wiwik mengatakan, meskipun ekonomi Sumut diperkirakan membaik pada 2021, namun ada beberapa prasyarat dan tantangan yang harus dipenuhi. Ada tiga prasyarat dan tantangan yaitu penanganan Covid-19, mindset pemerintah terhadap pola pembiayaan APBD, dan pemberdayaan UMKM.
BACA JUGA Akhyar Ajak Masyarakat Kota Medan Sambut Pilkada dengan Suka Cita

Menurut Wiwiek, penanganan Covid-19 merupakan salah satu prasyarat agar ekonomi bisa tumbuh. Bagaimana penanganan Covid-19 nya, bagaimana vaksinnya seperti apa, apakah sudah bisa dilaksanakan dimasyarakat atau tidak.

“Karena salah satu prasyarat agar ekonomi bisa tumbuh itu adalah penanganan Covid-19 ini seperti apa. Kalau Covid-19 tidak bisa ditangani dengan baik, artinya proyeksi yang 4,8-5,2% itu juga tidak bisa tercapai. Kesehatan bagus dulu, baru ekonomi mengikuti. Ini prasyarat yang harus diikuti,” tegasnya.

Prasyarat kedua, lanjut Wiwiek Sisto Widayat, tantangan bagaimana merubah mindset kepala SKPD pemerintah untuk merubah pola pembiayaan dari APBD. Selama ini, terkesan APBD itu dikumpulkan dan dilaksanakan di akhir tahun atau triwulan III dan IV.

“APBD tolong dimulai di Januari harus mulai belanja. Karena kalau dimulai diawal tahun multiplier terhadap ekonomi itu akan semakin besar. Dampak terhadap ekonomi semakin besar, daripada harus dimulai di akhir tahun. Ini yang harus kita lakukan terus. Ini harus ada perubahan mindset, perubahan prilaku. Apalagi DPRD sudah menyetujui APBD untuk anggaran 2021. Itu harus segera,” ujarnya.

Ketiga, lanjutnya, semua pihak harus mendorong pengembangan sektor UMKM. Menurutnya, UMKM merupakan suatu pangsa besar yang harus diurusin dan harus dikembalikan lagi sebagai salah satu pendorong perekonomian di Sumut.

“Kalau prasyarat tantangan ketiga tersebut yakni Covid-19, APBD dan UMKM bisa terlaksana, kami berharap 2021 harusnya ekonomi Sumut sudah semakin baik lagi,” pungkas Wiwiek Sisto Widayat. (er)