Bank Indonesia Gelar High Level Meeting TPID dan Launching TP2DD Provinsi Sumatera Utara

107

MEDAN ketikberita.com | Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut) bersama pemerintah, instansi vertikal, hingga pimpinan Perbankan se-Sumatera Utara menggelar High Level Meeting TPID sekaligus Launching TP2DD Sumatera Utara, di Hotel Adi Mulia Medan, Jum’at (9/4/2021).

Hal itu mengarah dengan telah diterbitkannya Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) pada tanggal 4 Maret 2021, dengan tujuan untuk semakin mengakselerasi perluasan digitalisasi di Sumatera Utara melalui pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Kegiatan TP2DD merupakan bagian dari upaya kita untuk mengakse!erasi perluasan elektronifikasi dan digitalisasi di daerah. Di tengah pandemi, tentunya kebijakan strategis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan pe!ayanan kepada masyarakat serta Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga pada gilirannya juga mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BI Sumut, Soekowardojo, dalam sambutannya mengungkapkan, perekonomian Sumatera Utara tahun 2020 tercatat -1,07% (yoy). Dari sisi suplai, penurunan terjadi hampir di seluruh lapangan usaha utama. Sektor-sektor yang terkait pariwisata seperti transportasi, penyediaan akomodasi dan makan minum serta perdagangan mengalami dampak pandemi Covid-19 terbesar seiring terbatasnya mobilitas masyarakat. Sementara lemahnya permintaan menahan kinerja sektor industri pengolahan secara umum.

Memasuki kuarter pertama 2021, beberapa indikator perekonomian terkini menunjukkan adanya perbaikan dan indikasi pemulihan mulai terlihat. Perekonomian triwulan I tahun 2021 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.

“Penanganan pandemi yang semakin baik serta keberhasilan uji coba vaksin menjadi titik terang pemulihan ekonomi,” ungkap Soekowardojo.

Sementara dari sisi permintaan, kata dia, perbaikan ekonomi bersumber dari kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga, dan konsumsi pemerintah. Dari sisi penawaran, kinerja LU pertanian diprakirakan membaik seiring dengan curah hujan yang berangsur norma! dan berlangsungnya periode panen tanaman pangan (padi).

“Lapangan Usaha Industri juga diprakirakan membaik seiring dengan pemulihan ekonomi mitra dagang Utama terutama Amerika Serikat. Di sisi lain, Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran juga diprakirakan tumbuh meningkat sebagai dampak optimisme masyarakat akan implementasi program vaksin,” jelasnya.

Kepala BI Sumut menyatakan, bahwa berdasarkan survei konsumen, Bank Indonesia melihat hubungan positif dari program vaksin dan keyakinan konsumen. Untuk itu, keberhasilan vaksinasi menjadi kunci berlanjutnya recovery pertumbuhan ekonomi. Pemulihan ekonomi didorong oleh kenaikan permintaan domestik dan eksternal.

“Ekspor diprediksi meningkat didorong oleh membaiknya aktivitas industri hi!ir di negara tujuan utama sejalan dengan vaksinasi di berbagai negara yang berlangsung cepat,” katanya.

Sementara itu, lanjut Kepala BI Sumut, proyek investasi pemerintah dan swasta akan berjalan di tahun 2021, setelah sempat tertunda di tahun 2020. Rencana pemerintah untuk melanjutkan program jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi diprediksi akan menopang konsumsi rumah tangga. “Dengan perkembangan tersebut, kami meyakini pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2021 akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, berada di kisaran 4.0-5.0,” tegasnya.

Selain implementasi program vaksinasi, papar Kepala BI Sumut, kebijakan pemulihan ekonomi perlu terus diperkuat melalui 5 strategi respon kebijakan, yaitu: Pembukaan sektor produktif dan aman, Percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), Peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, Stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial, dan terakhir adalah Digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM. (r/red)