Bangun Kekompakan, Para Insan Pers dan LSM Simbolkan Dengan Bakar Ikan Bandeng Di Gunung Kaler

245

TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Para Insan Pers dan Lintas Lembaga Swadaya Masyarakat mempererat tali silaturahmi untuk membangun rasa kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan tugas pokok fungsinya sebagai control sosial dengan simbol bakar ikan bandeng dan makan bersama yang dilaksanakan di Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang, Sabtu (21/02/2021).

Tepat di Kolam Ikan milik Sudin Wartawan dari media Metro Aktual Nusantara, Para Insan Pers dan LSM bercengkrama saling berbagi informasi dan data dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai control sosial, seperti yang dikatakan Santi Indrianto dari LSM KPK-N yang juga Pimpinan redaksi kabarexpose.com

“Tugas pokok fungsi dari Pers dan kelembagaan adalah control sosial, membangun keseimbangan, mengedukasi serta menjalin kemitraan yang harmonis, Pers sebagai salah satu Pilar Demokrasi jangan sampai dianggap seperti Jalangkung oleh siapapun” ucapnya.

Menanggapi kata Jalangkung, Fahrur Rozi selaku Kepala Bidang Kajian dan Analisa dari DPD Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Negara PN Banten juga menyampaikan.

“Tadi Ibu Santi telah mengatakan satu istilah tentang kondisi dan anggapan, kata Jalangkung, datang tak di undang pulang pergi tak diantar, saya setuju itu, mengapa? satu contoh, ketika ada agenda agenda resmi pemerintahan misalnya, Pers dan Lembaga kerap tak mendapat undangan resmi dari pihak terkait, terutama oleh exsecutive pemerintahan, datang nya hanya karena ada informasi dari kita kita, tidak mengantongi undangan resmi, padahal saat ini era keterbukaan informasi, para pihak kerap melupakan Pers dan LSM sebagai bagian dari setiap program dan merupakan pilar Demokrasi” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Cecep Rohana selaku Ketua APKAN, yang juga seorang redaktur di tiga media online “saya pernah tanyai rekan rekan wartawan dan LSM yang hadir ketika acara Musrenbang di Kecamatan Gunung Kaler kemarin, adakah undangan resmi dari Pemerintah Kecamatan Gunung Kaler ketika hadir di acara itu, kesemua tidak mengantongi undangan resmi, ini saya kira adalah tanda bahwa kita ini dianggapnya Jalangkung” ucap nya sembari disambut tawa oleh rekan rekannya.

Lebih lanjut Cecep Rohana yang juga Pengurus Organisasi Pers KWRI mengatakan “Dalam suatu program pasti ada item anggaran administrasi, publikasi dan dokumentasi, harusnya dibuat undangan resmi, biasa melalui alat komunikasi via whatsApp misalnya, bangun komunikasi dan nilai nilai tranparansi, jangan seakan akan hal itu hanya menjadi hak mereka, padahal hal itu juga mutlak menjadi hak Pers, kita mesti kompak dalam menjalankan tupoksi, menjadi penyeimbangan dan memberikan edukasi bagi publik”terangnya.

Menjadi harapan bersama Para Insan Pers dan LSM di tengah tengah kehidupan berdemokrasi di acara malam tadi, dapat terbangunnya kemitraan yang harmonis, para awak media dan LSM juga diharapkan dapat melakukan penyikapan yang humanis, kompak dalam menjalankan tupoksinya. (Misri)