Bak Gula Dikerumuni Semut, Begitulah Keadaan yang Terjadi di Desa Ranca Labuh dan Desa Klebet

164

KAB TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Peristiwa kerumunan kerumunan masa terjadi di Desa Ranca Labuh dan Klebet Kecamatan Kemeri saat pembagian beras hari ini Rabu (11/08/2021).

Pendemi covid-19 diharapkan semua pihak dapat segera berlalu, Pemerintah Republik Indonesia mngeluarkan kebijakan dengan memberlakukan PPKM Darurat dan menghimbau agar semua pihak menerapkan dan taat Protokol Kesehatan

Ironis! Bukan nya mencegah terjadi kerumunan masa, Pemerintah Desa Ranca Labuh dan Klebet justru sebagai pihak yang ikut terlibat saat pembagian beras yang dilakukan oleh PT.Pos Indonesia

Disampaikan SD selaku tokoh masyarakat Kecamatan Kemeri yang juga aktivis senior “Saya sangat kaget melihat kerumunan kerumunan masa yang terjadi di Balai Desa Ranca Labuh dan Klebet, Tim Gugus tugas dan Para Petugas PPKM dimana? kenapa dibiar biarkan begitu terjadi kerumunan, PPKM Darurat diwilayah ini masih pada level 4, akan saya sampaikan informasi ini ke Bupati dan Mendagri, PT.Pos Indonesia dan Pemerintahan Desa Ranca Labuh serta Klebet harus bertanggung jawab atas pelanggaran Prokes yang terjadi”terangnya

Lebih lanjut SD mengatakan “masa berkerumun dan berdesakan desakan begitu, hal ini jelas telah melanggar Protokol Kesehatan, jika ada pembagian bansos seperti ini harus diatur secara tertib, tidak mesti selesai dalam satu hari, bisa RT per RT atau door to door, Petugas POS bisa menggunakan jasa para RT untuk membantu”terang nya saat memantau terjadi kerumunan masa di Desa Ranca Labuh

Sementara itu, Pj Kades Kelebet, Ahmad Fauzi hingga pemberitaan ini terbit dirinya belum dapat ditemui untuk memberikan klarifikasi atas kerumunan masa yang terjadi hari ini

Melalui Via WhatApp, Fahrur Rozi selaku Ketua Bidang Kajian dan Analisa dari Lembaga Pemantau Kinerja Apartur Negara PN Banten mengatakan pandangannya “Bak gula yang dikerumuni semut, itulah kondisinya, jadi ada pihak yang mengundang terjadi nya kerumunan masa, jelas merupakan pelanggaran terhadap Prokes”ucapnya singkat. (Jm/Her)