Apakah Berbeda Kambing yang Diberi Pakan Rumput Segar Dengan yang Sudah Di Fermentasi, Mari Simak Penjelasanya

1520

DELI SERDANG (Sumut) ketikberita.com | Bang Subur, begitulah panggilan akrab nya sehari-hari, yang masih semangat dalam menekuni peternakan kambing yang di mulainya dari tahun 2000 sampai dengan sekarang.

Banyak hal-hal menarik yang ingin di sampaikan bang subur kepada Reporter kerikberita.com, namun terpotong dengan suara riuh kambing sore itu, terdengar suara kambing bersautan kala bang Subur warga Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang, tepatnya dijalan Ibnu khatab, memberi makan rumput pada ternaknya yang dikembangkan di samping rumahnya, Kamis (20/02/2020).

Laki-laki berumur 50 tahun dan telah di karuniai dua orang anak tersebut kembali berbagi pengalaman kepada Reporter ketikberita.com, Tentang pakan ternak kambing yang ia kelola tersebut, di jelaskannya, untuk pakan nya, iya memberi rumput segar tanpa fermentasi, “bagi penikmat daging kambing, kambing yang di beri makan rumput segar ada cita rasa tersendiri dari rasa daging nya, walau pun zaman sekarang ini susah untuk mencari rumput karna marak nya pembangunan dimana-mana ia tetap berusaha mencari rumput atau pun dedaunan segar untuk pakan nya,” terang nya.

“Bagi peternak kambing yang memberi pakan ternak nya dengan cara di fermentasi tidak salah juga, “terang bang Subur, selain kambing cepat besar, kotoran yang di keluar kan kambing tersebut tidak terlalu berbau, kalau kambing yang di beri makan rumput segar agak berbau, solusi bang subur dalam hal ini ia menjelas kan, “kita harus rajin membersih kan kotoran nya aja, ” jelas nya.

Di tempat terpisah, info yang kami dapat dari pelanggan bang Subur, yakni Pak Sarmin warga desa Tg Morawa A juga, iya menjelaskan tentang rasa daging kambing yang di beri pakan rumput segar, “ada cita rasa yg unik dan lebih nikmat di bandingkan kambing yang di beri pakan rumput yang telah di fermentasi. ” terang nya.

Ternak itu, selain memberi penghasilan tambahan, baik berupa nilai lebih dari harga jual daging, juga kotorannya sebagai pupuk kandang bagi tanaman.

“Pupuk kandang itu bonus bagi peternak mas, satu karungnya diambil di tempat berkisar, Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, kalau pengambilan dilakukan tiap tiga sampai empat bulan sekali baru dapat di hitung hasilnya,” terang nya.

Imam di musholla Muhammad Yunus itu mengaku telah membudidayakan ratusan ekor kambing dari berbagai jenis, yaitu kambing domba, kambing Kampung dan kambing madras. Untuk penjualan, tidak begitu sulit, pedagang-pedagang daging biasanya setiap minggu mencari kambing untuk di jual kembali, ia juga menerima pesanan untuk aqiqah, pesta dan untuk qurban pada hari Raya Idul Adha.

Bagi pembeli yang ingin kambing nya di antar sampai di tempat, di potong dan di masak, ia juga menerima jasa pengantaran, pemotongan dan memasak sesuai permintaan konsumen.

“Harga jual rata-rata kambing tersebut berkisar Rp 850 ribu s/d Rp 3 juta per ekornya tergantung jenis dan ukuran nya, pembeli bisa datang langsung ke kediaman nya di Jalan Ibnu khatab Desa Tanjung Morawa A, Kec.Tanjung Morawa, Kab.Deli Serdang. Atau bisa tanyakan Via Tlp di 085296960670, ” ujarnya.

Himbauan untuk para-para pejabat di kantor pemerintahan, untuk mengatasi kesenjangan sosial dan untuk menyokong perekomomian masyarakat yang tinggal di desa, agar sudi kiranya memperhatikan Petani atau Peternak dalam hal bimbingan dan pemasaran ternak yang mereka kelola.(Benny)