Home / Ketik Berita / Metropolitan / H.Marhot Harahap: Tahun Pertama Rico-Zaki Pimpin Kota Medan Minim Gebrakan, Sampah dan Jalan Berlobang Belum Teratasi

H.Marhot Harahap: Tahun Pertama Rico-Zaki Pimpin Kota Medan Minim Gebrakan, Sampah dan Jalan Berlobang Belum Teratasi

MEDAN ketikberita.com | Pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Rico Waas dan Zakiyuddin telah memasuki satu Tahun lebih masa kerja, yakni dilantik 20 Februari 2025. Namun belum mendapat dampak yang berarti bagi masyarakat Kota Medan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Medan, H.Marhot Harahap, SE menilai masa jabatan tahun pertama 20 Februari 2025 – 20 Februari 2026 kepemimpinan Rico-Zaki minim gebrakan dan lebih banyak diwarnai seremoni ketimbang aksi nyata,” jelasnya.

“Belum ada gebrakan konkrit untuk menjawab persoalan mendesak di Kota Medan, belum terlihatnya rencana kerja resmi yang disampaikan ke publik. Tanpa indikator kinerja atau target yang terukur, masyarakat sulit menilai keberhasilan atau kegagalan kepala daerah. Ini jadi pertanyaan mendasar. sebenarnya apa yang dikerjakan selama setahun ini?” tegas Marhot Harahap kepada wartawan di Medan, Senin (6/4/2026).

Marhot Harahap menilai, Pemerintahan Rico-Zaky dinilai masih terjebak dalam pola lama, penuh agenda seremoni namun minim terobosan. Hingga saat ini tidak terlihat langkah serius dalam reformasi pelayanan publik, transformasi digital, atau peningkatan efisiensi birokrasi. Pelayanan publik masih terkesan lamban, sampah, jalan berlobang dan banjir belum teratasi dengan baik.

“Selain itu lambannya respons terhadap laporan masyarakat. Aduan publik kerap ditanggapi lambat, dengan prosedur berbelit-belit yang memicu kekecewaan. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya langkah progresif dalam menangani dua masalah klasik Kota Medan yakni sampah dan banjir.

“Penanganan banjir masih bersifat reaktif, bukan sistematis. Tidak ada rencana jangka pendek maupun jangka panjang yang terlihat,” ucapnya.

“Marhot Harahap juga menyoroti sejumlah posisi jabatan strategis di Pemerintahan Kota yang masih kosong hingga kini. Menurutnya, hal ini berdampak pada terganggunya layanan masyarakat.

Meskipun Wali Kota kerap menyuarakan semangat “Medan untuk semua” hal itu belum diwujudkan dalam kebijakan nyata. Masyarakat, belum merasakan dampaknya secara langsung

“Marhot Harahap mengatakan bahwa satu tahun pertama seharusnya menjadi fondasi awal, bukan sekadar masa adaptasi. “Pemerintahan Rico-Zaky harus segera keluar dari zona nyaman dan menunjukkan aksi nyata. Janji kampanye harus direalisasikan,” tegasnya.

Sementara itu Walikota Medan Ricco Waas dan Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap ketika dikonfirmasi mediaselektif.com melalui pesan WhatsApp untuk menanggapi pernyataan Ketua PBB Kota Medan H.Marhot Harahap, hingga berita ini diterbitkan tidak menjawab. (red)