Home / Ketik Berita / Ekonomi & Bisnis / Sensus Ekonomi (SE) 2026, Hasilnya untuk Susun Kajian Strategis

Sensus Ekonomi (SE) 2026, Hasilnya untuk Susun Kajian Strategis

MEDAN ketikberita.com | Agenda 10 tahunan kembali di lakukan Badan Pusat Statistik (BPS), Tahun 2026 ini BPS Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai melakukan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Ajang sepuluh tahunan ini akan menjadi sensus ekonomi kelima sejak pertama kali digelar pada 1986, dengan tujuan memotret struktur ekonomi wilayah hingga unit administrasi terkecil.

Pendi Dewanto, menegaskan bahwa SE2026 merupakan instrumen vital bagi pemerintah maupun pelaku usaha untuk melihat peta persaingan dan potensi pasar secara akurat.

“Sensus ini adalah navigasi bagi para pengusaha. Dengan data hasil sensus, pelaku usaha bisa merencanakan ekspansi, mengidentifikasi peluang baru, hingga meningkatkan daya saing melalui inovasi yang berbasis data konkret, bukan sekadar asumsi,” Jumat (6/3/2026).

Pada Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dengan tema “Menguatkan Literasi Statistik: Kolaborasi BPS, Eksternal, dan Media dalam Mengawal Sensus Ekonomi 2026”. Ketua Tim Pelaksana SE 2026 BPS Sumut, Evi Sinta Gabe Siagian, menjelaskan pendataan lapangan akan berlangsung intensif selama tiga bulan, yakni mulai Mei hingga Juli 2026. Sensus ini mencakup seluruh skala usaha, mulai dari perusahaan besar, UMKM, hingga usaha rumah tangga.

Berbeda dengan sensus lainnya, SE 2026 menyasar seluruh kategori lapangan usaha, namun terdapat tiga sektor yang tidak didata, yaitu kategori A yang mencakup pertanian, kehutanan, dan perikanan (sudah dicakup dalam Sensus Pertanian 2023).

Kategori P Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib. Kategori U aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja (seperti asisten rumah tangga).

“Semua kegiatan ekonomi akan kita data kecuali pertanian. Kita akan melakukan pendataan door-to-door ke setiap rumah tangga untuk menanyakan keberadaan usaha, termasuk usaha yang tidak terlihat seperti jualan keliling, usaha tenda yang bongkar pasang, hingga usaha digital,” kata Evi.

BPS Sumut menerapkan dua metode utama dalam pengumpulan data untuk efisiensi dan akurasi, usaha besar menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI). BPS akan mengirimkan kuesioner melalui email blast mulai 1 Mei 2026.

UMKM dan rumah tangga, petugas akan datang langsung ke rumah-rumah (door-to-door) mulai 16 Mei 2026. Pendataan tidak lagi menggunakan kuesioner kertas, melainkan aplikasi langsung di ponsel petugas.

Evi menambahkan data yang dikumpulkan mencakup direktori usaha, karakteristik tenaga kerja, penggunaan internet, keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga nilai pendapatan dan aset selama tahun buku 2025.

“Kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat Sumatera Utara. Jangan ragu menyambut petugas kami nanti di bulan Mei. Data ini sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi, permodalan, dan daya saing usaha kita ke depan,” ucapnya. (red)