TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Di usia yang masih belia, 11 tahun, Khayla Maulida Adzkiya (foto) telah mengukir namanya di sejumlah kejuaraan taekwondo. Siswi kelas 5 SDN Tangerang 1 ini baru saja meraih medali emas di Prabu Challenge 9 Tahun 2026, mengulang kesuksesan serupa di ajang internasional dan nasional sebelumnya.
“Saya senang sekali bisa menang lagi. Latihan yang keras akhirnya terbayar,” ujar Khayla dengan mata berbinar, saat ditemui di dojang tempatnya berlatih.
Treble Emas di Tahun 2025
Tahun lalu menjadi tahun gemilang bagi Khayla. Selain emas di Prabu Challenge 9, ia juga menjuarai International Inter Student Club (IISTC) 3 2025 dan Bang Taja Championship 2025, serta meraih emas di kompetisi Taekwondo Dance & Speed Kicking di Tangcity Mall. Semua gelar diraih di kategori kyorugi pra cadet putri.
Bakat bertarungnya terasah sejak naik kelas 4 SD melalui ekstrakurikuler taekwondo di sekolah, dibimbing langsung oleh Sabeum Ridho, pelatih utamanya. Kini, ia berlatih intensif 3-4 kali seminggu di Taekwondo Garuda Club.
Semangat Tak Tertahankan, Tak Peduli Hujan
Yang membuat Khayla menonjol adalah dedikasinya yang luar biasa. “Dia sangat semangat. Tak peduli hujan deras, dia tetap ngotot minta diantar latihan ke dojang,” cerita sang ibu, Ny Hartati dengan nada bangga bercampur haru.
Semangat itu tak pernah surut meski kerap merasakan kerasnya dunia pertarungan. Beberapa kali Khayla menerima tendangan keras dari lawan hingga menangis kesakitan. Namun, tangis itu mengering secepat datangnya. “Sakit, tapi nangisnya sebentar saja. Besoknya sudah semangat latihan lagi,” tambah ibunya.
Didukung Penuh Keluarga, Seimbang dengan Akademik
Dukungan penuh dari orang tua menjadi fondasi penting. Bagi mereka, selama Khayla bersemangat, berprestasi, dan mampu menjaga keseimbangan dengan sekolah, mereka akan terus mendukung.
Dan Khayla membuktikannya. Prestasi akademisnya di sekolah tetap cemerlang, membuktikan kedisiplinan yang ia terapkan di dojang juga berlaku di kelas. “Peringkatnya selalu bagus. Kami percaya ia bisa membagi waktu dengan baik,” ujar ayahnya, Imron.
Mimpi Besar: Dari Kota Tangerang ke Dunia
Ambisi Khayla jauh melampaui trofi di raknya. “Saya ingin jadi atlet perwakilan Kota Tangerang, lalu provinsi, lalu nasional,” tekadnya dengan serius. Impian jangka panjangnya adalah berdiri di podium internasional, membawa nama Indonesia.
Pelatihnya, Sabeum Ridho, sangat yakin. “Disiplin dan mental juaranya sudah terlihat. Khayla punya modal kuat untuk melangkah lebih jauh. Tinggal terus diasah dan didukung.”
Dengan semangat baja, dukungan keluarga, dan prestasi yang terus bertambah, perjalanan Khayla Maulida Adzkiya sebagai bintang taekwondo masa depan Indonesia baru saja dimulai. Langkahnya pantas untuk diikuti. (mir)







