Home / Ketik Berita / Provinsi / Aceh / Banjir Putuskan Akses Utama Dusun Tanggul, Warga Terjebak Isolasi dan Menunggu Tindakan Pemerintah

Banjir Putuskan Akses Utama Dusun Tanggul, Warga Terjebak Isolasi dan Menunggu Tindakan Pemerintah

ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Banjir besar yang melanda wilayah Kecamatan Singkil memutus total akses jalan utama Dusun Tanggul, Desa Kuta Simboling, Kabupaten Aceh Singkil. Jalan yang selama ini menjadi satu-satunya penghubung warga dengan pusat aktivitas sosial dan ekonomi kini hancur diterjang arus sungai, membuat masyarakat terisolasi. Kamis, (1/1/2026).

Kerusakan terjadi cukup parah. Struktur badan jalan amblas dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Akibatnya, mobilitas warga lumpuh. Distribusi hasil pertanian terhenti, anak-anak terpaksa absen sekolah, dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan harus menempuh jalur berisiko dengan jarak tempuh lebih jauh.

Kondisi darurat ini belum diikuti dengan langkah penanganan awal dari pihak berwenang. Hingga saat ini, warga belum melihat kehadiran pemerintah daerah maupun dinas teknis di lokasi terdampak. Ketidakpastian tersebut menambah beban psikologis masyarakat yang telah terdampak bencana.

Secara geografis, Dusun Tanggul berada di kawasan bantaran sungai yang dikenal rawan banjir. Fakta ini seharusnya menjadi dasar kuat bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan infrastruktur yang adaptif dan berkelanjutan. Namun, peristiwa berulang menunjukkan lemahnya mitigasi dan respons cepat saat bencana terjadi.

Sahirudin warga setempat mengatakan menilai bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian.

“Kami berharap pemerintah datang langsung ke lokasi. Jalan ini bukan sekadar akses biasa, tapi urat nadi kehidupan warga. Tanpa jalan, kami benar-benar terisolasi,” ujarnya.

Kepala Desa Kuta Simboling, Junaidi, mengonfirmasi bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh banjir besar dan membutuhkan penanganan segera. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama instansi teknis terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan guna menentukan langkah penanganan, baik darurat maupun jangka panjang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai rencana pembangunan jalan darurat atau penyediaan akses alternatif bagi warga. Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat.

Warga Dusun Tanggul mendesak pemerintah daerah agar tidak menunda penanganan. Mereka meminta solusi nyata berupa pembangunan akses darurat, penanganan cepat kerusakan jalan, serta perencanaan infrastruktur permanen yang mampu bertahan terhadap ancaman banjir di masa mendatang.

Bagi warga, persoalan ini bukan tentang proyek atau anggaran semata, melainkan tentang pemenuhan hak dasar atas akses yang aman, layak, dan menjamin keberlangsungan hidup masyarakat. (R84)