KOTA TANGERANG (Banten) ketikberita.com | DPRD Kota Tangerang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengevaluasi efektivitas program Job Fair yang selama ini rutin digelar untuk menekan angka pengangguran.
Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid (foto), menyusul masih adanya belasan ribu warga berstatus lulusan perguruan tinggi yang tercatat sebagai pengangguran.
Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2026 yang dikutip BPS Kota Tangerang, terdapat 12.675 pengangguran dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi di Kota Tangerang.
Kemal menilai kondisi tersebut menunjukkan keberhasilan Job Fair tidak cukup diukur dari jumlah perusahaan maupun lowongan yang tersedia. Pemerintah juga perlu melihat seberapa besar pencari kerja benar-benar terserap.
“Job Fair harus kita ukur dari tingkat serapannya. Bukan hanya berapa lowongan yang dibuka, tetapi berapa warga Kota Tangerang yang benar-benar mendapatkan pekerjaan,” ujar Kemal.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat mengikuti Job Fair menunjukkan kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan masih cukup besar. Namun, persoalan ketenagakerjaan tidak berhenti pada penyediaan lowongan.
Kemal menilai pemerintah perlu memastikan kompetensi pencari kerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Karena itu, program pelatihan dan peningkatan keterampilan harus terhubung dengan kebutuhan pasar kerja.
“Artinya, persoalan kita bukan semata-mata menyediakan lowongan pekerjaan, tetapi juga memastikan kompetensi pencari kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Ini yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagaimana program pelatihan, peningkatan keterampilan, sampai Job Fair bisa saling terhubung,” katanya.
Ia mendorong Pemkot Tangerang melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja bersama dunia usaha dan industri. Hasil pemetaan tersebut, kata Kemal, dapat menjadi acuan dalam menentukan jenis pelatihan yang diberikan kepada masyarakat.
Pemkot Tangerang sendiri terus memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan melalui Job Fair Online. Pada edisi Kemerdekaan Agustus 2026, tercatat tersedia 2.126 lowongan dari 16 perusahaan dengan 69 formasi jabatan.
Kemal berharap program ketenagakerjaan dievaluasi secara berkala dengan menggunakan indikator yang lebih konkret, termasuk jumlah pelamar yang diterima dan benar-benar bekerja.
“Kami berharap program ketenagakerjaan ini tidak berhenti pada kegiatan Job Fair saja. Harus ada tindak lanjut dan evaluasi secara berkala, termasuk data berapa pelamar yang diterima, berapa yang benar-benar bekerja, serta bidang pekerjaan apa yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja,” pungkasnya.
Menurut Kemal, evaluasi tersebut penting agar program ketenagakerjaan Pemkot Tangerang tidak sekadar menghasilkan tingginya angka partisipasi pencari kerja, tetapi benar-benar berdampak terhadap penurunan angka pengangguran di daerah. (mir)







