ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memperkuat langkah percepatan pemulihan pascabencana dengan memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan berdasarkan data yang akurat, perencanaan yang terukur, serta penggunaan anggaran yang tepat sasaran.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang digelar di Op-Room Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (1/9/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Singkil H. Hamzah Sulaiman, SH, Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, SH., MH, Wakil Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Kombes Pol. Reinhard Reimond Huwae, S.I.K., Tim PRR Pascabencana Aceh Singkil dan Subulussalam, serta unsur Forkopimda, Ketua DPRK, Kapolres Aceh Singkil, Kasdim 0109 Aceh Singkil, Pj. Sekda dan jajaran SKPK terkait.
Dalam arahannya, Safriadi menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi tidak boleh berhenti pada pemeriksaan administratif maupun progres pekerjaan. Monev harus menjadi instrumen untuk menemukan persoalan, mempercepat penyelesaian kendala, sekaligus memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat terdampak.
Menurutnya, keberhasilan pemulihan pascabencana tidak hanya diukur dari berapa banyak pembangunan fisik yang selesai, tetapi juga dari seberapa cepat masyarakat kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Bencana alam memang meninggalkan kerusakan. Tetapi kita tidak boleh membiarkan bencana meninggalkan keputusasaan. Tugas kita memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi jalan untuk memulihkan kehidupan masyarakat serta membangun daerah yang lebih kuat dan siap menghadapi bencana di masa depan,” tegasnya.
Safriadi menyebut sedikitnya empat hal yang harus menjadi perhatian bersama dalam pelaksanaan Monev, yakni akurasi data, kecepatan pelaksanaan, ketepatan penggunaan anggaran, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Ia meminta seluruh perangkat daerah menyampaikan kondisi di lapangan secara terbuka dan berdasarkan fakta. Setiap hambatan, baik berkaitan dengan teknis, administrasi, anggaran, pengadaan maupun koordinasi, harus segera dilaporkan agar dapat dicarikan solusi bersama.
“Jangan bekerja berdasarkan asumsi, bekerjalah berdasarkan data. Yang kita kejar bukan hanya habisnya anggaran, tetapi hadirnya manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana memiliki cakupan yang luas. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan hingga pemulihan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat.
Karena itu, ia mendorong seluruh pihak memperkuat koordinasi lintas sektor dan kewenangan agar setiap program tidak berjalan sendiri-sendiri. Keselarasan data, perencanaan dan pelaksanaan dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih program sekaligus mempercepat pemulihan.
“Yang kita pulihkan bukan hanya bangunan, tetapi kehidupan. Di balik setiap data kerusakan, ada kehidupan masyarakat yang harus kita pulihkan,” kata Safriadi.
Usai rapat koordinasi, Tim Monev PRR dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan data dan perencanaan, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi secara langsung.
Dengan pengawasan yang kuat, data yang akurat dan koordinasi yang terpadu, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh Singkil. (R84)






