700 Ha Lahan PTPN 3 Rantau Prapat di Babat Habis

316

LABUHAN BATU (Sumut) ketikberita.com | Memasuki masa tanam lebih dari 25 tahun, Lahan Perkebunan Sawit milik PTPN 3 Rantau Prapat di Babat Habis Rata dengan tanah. Pekerjaan pegundulan lahan sawit yang di mulai sejak Bulan Juli 2021 dan berakhir Desember 2021 tersebut di laksanakan oleh beberapa rekanan (kontraktor) yang telah di tunjuk melalui Proses Lelang/Tender oleh Kantor Direksi di Medan.

Menurut Manager Kebun PTPN 3 Rantau Prapat melalui Asisten Kepala (Askep) Olan  Harahap SP, ada pun Lahan yang di Reflanting di bagi 2 bagian yakni berupa TU (Tanaman Ulang) seluas 572,28 Ha yang berada di Afd.1,2,3,6 dan TK (Tanaman Konfersi) seluas 122,72 yang berada di Afd.3.

Lebih lanjut Olan Harahap SP, mengutarakan dengan tegas bahwa mengenai hasil buah Sawit yang masih berada pada Pohon yang akan di tumbang adalah masih utuh menjadi aset milik Perusahaan, beliau mengutarakan bahwa informasi yang mengatakan bahwa hasil dari Pohon Kelapa Sawit yang akan di tumbang tersebut adalah Limbah beliau mengatakan itu tidak benar, tidak ada aturan tersebut dalam Perusahaan.

Dan saya pernah terjun langsung ke lapangan untuk membantu pekerja mengangkat hasil buah sawit yang di tumbang untuk di kembalikan kepada Perusahaan sebagai tambahan aset, dan saya pun pernah ikut langsung membantu penangkapan warga yang mengambil hasil buah sawit yang baru di tumbang oleh Pihak Rekanan Perusahaan.

Lebih lanjut lagi Asisten Kepala (Askep) Olan Harahap SP mengutarakan bahwa kami tidak pernah melakukan pembiaran / kebebasan terhadap warga yang mengambil hasil buah yang di tumbang seperti issu yang beredar di tengah masyarakat.

Beliau juga berharap besar kepada masyarakat agar memiliki kesadaran diri agar tidak mengambil hasil dari buah sawit yang baru di tumbang, karena hasil buah sawit tumbangan tersebut seluruhnya kami kembalikan kepada Aset Perusahaan untuk di Produksi kembali mengakhiri wawancara kepada awak media. (Rizal Siagian).