1,5 Juta Dana RTLH Disunat atau Dana Jerih Payah Di Dinsos Kota Subulussalam

224

SUBULUSSALAM ketikberita.com | Jumlah dana bantuan yang tersunat 1,5 juta dari setiap orang penerima adalah jumlah yang sangat besar kalau dikali 250 KK penerima, adalah berjumlah rp 375 juta, jumlah ini bukan sedikit klo dibanding kan dengan jumlah yang diterima masyarakat sebesar Rp,19,350000 dikota Subulussalam melalui Dinas Sosial.

Dana bantuan RTLH ini bersumber dari dana DOKA atau dan otsus,yang disalurkan ke Masyarakat penerima di 7 Desa,di 3 kecamatan dikota Subulussalam,cuma yang paling banyak penerima di Kecamatan Rundeng.

Pemotongan dana RTLH ini sempat heboh di daerah ini, sesuai keterangan IRWAN FAISAL Camat Rundeng yang menurut dia keberatan dengan namanya turut dicantumkan dalam persoalan ini, sesuai keterangan masyarakat penerima mengatakan kepadanya, bahwa dana bantuan ini ada potongan 1,5 juta per penerima, dan katanya juga mengalir ke Camat Rundeng,sehingga Camat angkat bicara, membantah hal tersebut kepada media beberapa hari yang lalu.

Disisi lain Kadis Sosial SANUSI MM, juga menjawab isyu menghebohkan ini, beliau agak ragu mengatakan ada pemotongan, pasalnya karena bahasa pungli sebenarnya tidak ada, karena pekerjaan RTLH ini harus memakai tenaga “konsultan”maka ada namanya uang jerih payah kata Sanusi sang Kadis Sosial, kepada wartawan, dan beliaupun mengakui bahwa dia, telah dipanggil Kejari kota Subulussalam terkait persoalan pungli ini.

Berita demi berita telah tayang terkait pungli dana RTLH ini, di berbagai media Walikota Subulussalam Affan Alfian Bintang kaget mendengar ada pemotongan 1,5 juta per penerima dana tersebut,sehingga Walikota berang, dan langsung memanggil Kadis Sosial Sanusi, dan menanyai bagaimana kronoligis pemotongan danan RTLH ini yang sempat menghebohkan masyarakat, kota Subulussalam.

Walikota memerintahkan kepada Kadis Sosial agar mengembalikan dana RTLH yang di potong/pungli, dan sekaligus dana yang belum cair kepada penerima RTLH dikota Subulussalam, dan pelaku pemotongan agar ditindak secara hukum yang berlaku, kata Walikota mengakhiri konfirmasinya, akan tetapi semua janji ini jawabannya adalah nanti setelah semua selesai.(J,Saran)