Warga Rohingya Yang Diamankan Polres Sergai Bekerjasama Dengan Pemkab Diantarkan ke Karantina Belawan

0
129

SERGAI(Sumut),ketikberita.com | Warga Begara Asing disuga Warga Rohingya yang diamankan di Polres Serdang bedagai (Sergai) berjumlah 9 orang pria yang diduga menyasar ke Sergai di Kec. Sei Bamban, di hantarkan dengan Kerjasama Pemerintah kabupaten Sergai ke Karantina Belawan, Rabu (13/2), Sore sekitar jam 17.00 Wib.

Kapolres Sergai AKBP H Juliarman EP Pasaribu SSos SIK MSi di dampingi Asissten satu Pemerintahan Drs. Herlan Panggabean di Mapolres Sergai kepada Wartawan mengungkapkan, awalnya pada Selasa (12/2) sekira pukul 23.00 WIB, para pelanggan di sebuah warung milik Erwinsyah Lumbantobing (45) warga Dusun XVI Martebing Desa Sukadamai Kecamatan Seibamban melihat 6 orang yang mencurigakan tengah berjalan ke arah Kota Tebing Tinggi.

“Setelah didekati, ternyata mereka adalah WNA dan tidak mengerti bahasa Indonesia. Warga selanjutnya membawa mereka ke warung dan melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Sukadamai, Karnain. Sedangkan 3 orang WNA lainnya, ditemukan warga di salah satu masjid di Desa Rampah Estate. Kemudian, Kades Sukadamai melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Firdaus,” ujarnya.

Esoknya sekira pukul 02.20 WIB, lanjut dia, personel Polsek Firdaus mengamankan kesembilan pengungsi tersebut agar diserahkan ke Mapolres Sergai. Adapun identitas kesembilan WNA itu diantaranya, Roshid Ahmad (28), Mohammad Solim (27), Mohammad Idris (24), Abdul Mabud (16), Nur Islam (15), Mohammad Ayas (15), Mohammad Salim (15), Mohammad Taker (15) dan Habes Mohammad Ismail (18).

“Kesembilan diduga pengungsi itu hanya memiliki 3 kartu identitas dari UNHCR atas nama Mohammad Ayas, Nur Islam dan Mohammad Salim. Sedangkan sisanya tidak memiliki kartu identitas dengan alasan ditahan pihak imigrasi,” ungkapnya.

Menjawab Wartawan terkait apa tujuan kedatangan dan bagaimana cara kesembilan diduga pengungsi itu sampai ke Indonesia, pihaknya hingga saat ini mengaku mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.

“Sebab, mereka tidak mengerti bahasa Inggris ataupun Indonesia sehingga kita sulit untuk berbicara. Saat ini, para WNA itu telah diantarkan ke karantina Belawan dengan nengenderai Bus Pemkab Sergai sekira jam 17.00Wib Rabu Sore(13/2) dilepas oleh Kapolres Sergai AKBP. Juliarman EP. Pasaribu dan Asisten satu Pemerintahan Drs. Herlan Panggabean dari depan Mapolres Sergai. (AfGans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here