Untuk Hindari Kerugian Pedagang, DPRD Merasa Perlu Adanya Payung Hukum

0
27

MEDAN ketikberita.com | Untuk menghindari kerugian pedagang dengan dalih penataan kota perlu adanya payung hukum untuk mengatur keberadaan pedagang. Seiring dengan itu, DPRD Medan mengajukan usul inisiatif Ranperda untuk ditetapkan jadi Perda tentang perlindungan pedagang kecil di kota Medan.

Sekretaris Komisi C DPRD Medan yang juga salah satu pengusul Ranperda yakni Boydo HK Panjaitan SH (foto) kepada wartawan, Selasa (7/8/2018) mengatakan, bahwa pedagang kecil perlu dilindungi dan ditata. Sebab, pedagang kaki lima dinilai sebagai penggerak perekonomian di kota medan. Maka, pedagang kecil bukan untuk dibinasakan melainkan ditata dengan baik.

Dikatakan Boydo, keberadaan pedagang kecil sesungguhnya merupakan potensi yang mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tinggi. Peran pedagang kecil mampu dinilai mampu menstabilkan harga jika terjadi krisis moneter.

“Saat ini keberadaan pedagang informal sangat memprihatinkan. Maka perlu perhatian khusus dari pihak kita (legislatif-red),” ujar Boydo selaku politisi PDI P Medan itu.

Ditambahkan Boydo yang juga selaku Bendahara DPC PDI P Kota Medan itu, seperti di Bandung, pedagang kecil tetap diberdayakan sebagai asset yang mampu mendongkrak PAD. Bahkan para pedagang ditata melakukan aktivitas dipinggir jalan dengan pengawasan zonasi berdasarkan waktu berjualan.

“Zona itu dikaji untuk tempat aktivitas jualan sehingga tidak mengakibatkan kemacetan dan kesemrautan. Terutama kebersihan tetap dijaga dana terbukti mampu mendongkrak PAD dari sektor retribusi pedagang,” sebut Boydo.(er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here