Stanley JM Lepasliarkan Burung Rangkong ke Hutan Bakau Kun Kun

0
160

Stanley Joshua Makmur, baru saja menyelesaikan studinya di SMA Cinta Budaya Medan. Sejak kelas satu SMA, Stanley mulai tertarik dengan dunia fauna. Kecintaannya pada dunia fauna, terutama jenis fauna endemik dan fauna dilindungi membuat Stanley memantapkan diri untuk memilih melanjutkan studinya ke fakultas kedokteran hewan di luar negeri.

Putra pertama pasangan Sugianto Makmur dan Juliana Henny ini pada awalnya berkeinginan menjadi seorang dokter umum, tapi karena kecintaannya pada fauna membuatnya beralih pilihan.

“Alasan saya memilih kedokteran hewan, karena saya menemukan bahwa kedokteran hewan itu unik dan menantang untuk dipelajari. Awalnya, saya ingin menjadi dokter umum dan melanjutkan menjadi dokter spesialis. Namun, setelah saya melihat channelnya Nat Geo Wild pada channelnya dr.Pol, dr. Yukon Vet, dan Exotic Vet.

Saya menjadi terkesan bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan baik dengan hewan-hewan tersebut, terutama hewan-hewan exotic,” kata Stanley di Medan, pertengahan Juni 2019.

Karena ketertarikannya dengan bidang ilmu kedokteran hewan, Stanley mulai melakukan pencarian kampus dan memberanikan diri untuk mendaftar ke Massey University, Palmerstone North, New Zealand. Dengan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan hasil ujian sekolah yang bagus, Stanley diterima di Massey University.

Stanley memilih kampus Massey University di Selandia Baru karena tempatnya yang kaya akan hewan-hewan endemik yang unik dan fasilitas pendukung lainnya juga lengkap.

“Hewan-hewan endemik yang unik ini menarik perhatian saya dan alasan lainnya berasal dari kedua orang tua saya yang memberi dukungan penuh untuk saya bisa kuliah di kampus yang sudah terkenal dengan kualitasnya,” tandas Stanley.

Kecintaannya kepada dunia fauna semakin melekat ketika dalam sebuah kesempatan Stanley mendapat kiriman anak burung Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostri) yang kerap juga disebut dengan burung rangkong. Selama 6 bulan lebih, Stanley memelihara burung rangkong tersebut dengan penuh kasih sayang.

Tepat pada liburan sekolah dua tahun lalu, Stanley ditemani ayahnya Sugianto Makmur berangkat ke Kun Kun, Batang Natal, tepatnya ke kawasan hutan bakau Desa Kun Kun, Kabupaten Mandailing Natal. Burung kangkareng perut putih dibawa serta untuk dilepasliarkan kembali ke habitat asalnya.

Mei 2019 lalu, Stanley ditemani sang ayah kembali mengunjungi hutan bakau Kun Kun di kawasan Pantai Barat Mandailing Natal. Hutan bakau seluas 100 hektar yang dibeli Sugianto Makmur beberapa tahun lalu sudah tumbuh kembali dan pertumbuhannya merata.

Upaya konkrit yang dilakukan Sugianto dalam menyelamatkan hutan bakau telah dibuktikan dengan melakukan konservasi mandiri hutan bakau di Kun Kun, Natal, Mandailing Natal. Sekitar 100 hektar lahan yang diganti rugikan milik masyarakat dalam kondisi rusak, tidak ada lagi pohonnya, pada tahun 2009.

Perlahan dan pasti, hutan mulai pulih kembali. Sekarang, hutan ini menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Kunkun, sebagai tempat mereka menangkap kepiting, udang dan ikan. Saat berada di Desa Kun Kun, Stanley juga memiliki kesempatan untuk melepasliarkan kembali dua ekor buaya yang terjaring dalam bubu nelayan.

Masyarakat Kun Kun sudah terbiasa dengan keberadaan buaya yang hidup bebas di kawasan hutan bakau dan sungai Kun Kun. Masalah yang kemudian muncul adalah ada segelintir orang yang mengganggu keberadaan buaya, konflik dengan buaya dan akhirnya menjadi korban.(r/er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here