Sebar Video Ujar Kebencian Terhadap Kepala Negara, Ibu Muda Ini Digaruk Petugas Polisi

36
Foto : Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri saat menunjukkan foto - foto vidio ke akun Fece Book kepada awak Media dalam acara Kompresi pers di ruangan Humas Polda Kepri.(Foto:Humas Polda Kepri/r-Indralis)

BATAM ketikberita.com | Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan 1 orang wanita atas kasus tindak pidana ujaran kebencian (Hate Speech) terhadap Presiden RI Joko Widodo yang viral di media Sosial.

Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Putu bayu menjelaskan kasus ini berawal dari laporan adanya postingan viral di media sosial pada Rabu (10/6/2020).

“Sekira pukul 17.15 WIB, tersangka inisial UN melihat postingan video milenial di Whatts App, setelah menonton video di hari yang sama ia mengshare video ke akun Facebook miliknya,” ujar Putu saat gelar konferensi pers di Mapolda Kepri, Selasa (16/6/2020).

Sementara itu, Putu menjelaskan rangkuman dari video tersebut ialah menyudutkan pemerintah yang membahayakan generasi muda serta tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Pelaku awal pembuat video aslinya saat ini sedang diburu Polda Aceh, dalam Rangkuman video tersebut, seorang lelaki meminta bapak Presiden jangan masukkan PKI dengan alasan Covid-19, jangan kau mainkan umat Islam di bumi Aceh, polisi kau sogok polisi melawan kau buang, tentara kau sogok, tentara melawan kau buang, saya himbau kepada warga Aceh jika ada tim medis mau cek segera di bakar,” ujar Putu membacakan rangkuman isi Video tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, Kapolda Kepri Irje Pol Aris Budiman melalui Ditreskrimsus menyatakan bahwa perkara sudah memenuhi pasal sebagaimana ujaran kebencian transaksi elektronik.

“Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008, sebagaimana telah diubah undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi transaksi elektronik.

Kami juga mengenakan pasal 45 ayat 2, junto 28 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” ungkap Putu (r/Indralis)