Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu

0
21

BELAWAN ketikberita.com | Bertempat di Aula Catur Sakti Mapolres Pelabuhan Belawan,Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis,SH.MH dengan didampingi Waka Polres Pelabuhan Belawan Kompol M.Taufik,SE MH,Kabag Ren Kompol Eddi Supriyanto,SH,juga nampak hadir Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra,SH.SIK,melaksanakan kegiatan Press Release terkait pemaparan kasus tindak pidana pembuat dan pengedar Uang Palsu,Senin (6/8/2018) Pukul 14.30 Wib.

Sekilas kronologis pengungkapan kasus tindak pidana pembuat dan pengedar uang palsu sebagai berikut,jajaran Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap sindikat pembuat dan pengedar uang palsu (upal) yang dilakukan oleh sepasang kekasih.

Tersangka pelaku pembuat dan pengedar uang palsu masing-masing berinisial GH (27) dan AD ( 46) warga Lorong Pancur Kelurahan Belawan I Kec.Medan Belawan.

Seperti yang dilansir ketikberita.com, Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dalam pengungkapan kasus tersebut,telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah printer, 4 buah pisau carter, 2 gunting, kertas A4 , uang.palsu pecahan 100 ribu sebanyak 16 juta, uang pecahan 50 ribu sebanyak Rp3,5 juta, uang pecahan Rp20 ribu sebanyak 1,3 juta , pecahan Rp 10 ribu sebanyak Rp50 ribu, uang palsu yang belum dipotong sebanyak 46 lembar, pecahan 20 ribu sebanyak 20 lembar, tinta, stabilo warna dan lakban bening 2 gulung.

Modus operandi para tersangka AN dan AD mengedarkan uang palsu dengan cara membelanjakannya dikios-kios dan warung-warung kecil.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap kedua tersangka pada 3 Agustus 2018 selanjutnya dilakukan penyidikan dan pengebangan.

Untuk Ancaman Pidananya,Kapolres Pelabuhan Belawan mengatakan,”kedua pelaku diancam dengan pasal 36 Subs pasal 37 UURI No 7 tahun 2001 tentang mata uang atau pasal 244 Subs pasal 245 Yo 55,56, dari KUHPidana tentang tindak pidana memproduksi, menjual, menyimpan dan membelanjakan rupiah palsu atau memalsukan atau meniru mata uang kertas,”tutup Kapolres.(Abdul Halil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here