Royal Prima, Rumah Sakit Pertama Di Sumut Dapatkan Layanan Prioritas PLN

0
41

MEDAN ketikberita.com |  Rumah Sakit Umum Royal Prima merupakan rumah sakit pertama yang ada di Medan yang mendapatkan layanan prioritas dari PLN Sumatera Utara sebagai pelanggan premium. Hal tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara RSU Royal Prima dengan PLN.

RSU Royal Prima telah melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) Layanan Premium Silver dengan kapasitas daya 865.000 VA dan 1.100.000 VA. Penandatanganan tersebut dilakukan Direktur Operasional RSU Royal Prima Yusriando dan GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto disaksikan Wagubsu Musa Rajekshah dan Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto, di Balai Astakona, Gedung PLN Wilsu, Jl. KL Yos Sudarso Medan, Senin (1/10/2018).

“PLN siap memberikan layanan terbaiknya bagi RSU Royal Prima dan membuat RSU Royal Prima menjadi rumah sakit pertama di Sumut yang menggunakan layanan prioritas sebagai pelanggan premium,” kata Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara PT PLN (Persero) Wilayah Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terkait Layanan Satu Pintu untuk mewujudkan Sumut menjadi daerah tujuan pariwisata dan investasi. MoU itu ditandatangani oleh General Manager PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto, dengan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, PLN berkomitmen mendukung kemajuan pembangunan di Sumut dengan kondisi kelistrikan Sumut yang semakin handal saat ini. “Dan PLN pun siap mendukung Pemprov Sumut untuk menarik investor sebanyak-banyaknya, menumbuhkembangkan pariwisata dan perekonomian Sumut, dan menjadikan Sumut sebagai daerah tujuan investasi,” katanya.

Disebutkan dengan beban puncak sekitar 2.150 MW pada sistem Sumbagut, PLN memiliki reserve margin (cadangan) sebesar 10% hingga 20% atau sekitar 300 MW. Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2018, juga menunjukkan bahwa pada 2018, PLN akan memperoleh total penambahan suplai daya pembangkit sebesar 399 MW.

Kemudian RUPTL 2020 menunjukkan angka penambahan daya pembangkit mencapai 1.680 MW. “Sebagai informasi, bahwa pertumbuhan kwh jual di Sumut pada tahun 2018 mencapai 9%, dua kali lipat pertumbuhan kwh jual nasional yang baru mencapai 4%,” sebutnya.

Sehingga kecukupan energi listrik yang dimiliki sistem Sumbagut ini, diharapkan dapat mendorong pariwisata dan perekonomian Sumut, meningkatkan jumlah investasi ke Sumut, meningkatkan daya saing, membantu percepatan pembangunan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan PLN.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeksah mendukung penuh sinergi PLN dengan Pemprovsu. Menurutnya, Pemprovsu akan memberi dukungan pelayanan satu pintu, sebagaimana yang dibutuhkan dalam pembangunan kelistrikan Sumut untuk mendukung iklim investasi.

“Energi listrik ini sangat penting, sangat dibutuhkan baik oleh investor maupun masyarakat. Dengan adanya kerjasama ini, yaitu adanya energi listrik yang cukup dan dengan perizinan yang mudah dan tepat, tentu membuat investor semakin yakin untuk menanamkan modalnya di Sumut agar mendorong perekonomian Sumut,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Musa Rajekshah, Pemprovsu berharap PLN terus memaksimalkan pembangunan kelistrikan di Sumut. Misalnya terpenuhinya sambungan listrik hingga ke desa-desa dan dusun-dusun di Sumut. “Saya yakin bahwa PLN sudah memprogramkan itu,” ujarnya.

Dalam upaya mewujudkan Sumut sebagai tujuan pariwisata dan investasi, pada kesempatan itu dilaksanakan juga penandatanganan beberapa MoU lainnya, seperti MoU Layanan Premium dengan Bank Sumut serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Kemudian MoU Penyambungan Baru Perumahan dengan Apersi dan Apersi Bersatu, serta MoU Layanan Protokoler Bandara dengan PT Gapura Angkasa sebagai wujud untuk memberikan pelayanan tambahan kepada pelanggan prioritas PLN .(r/er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here