Prodi MKM FK UNPRI Gelar Webinar Penanggulangan Covid-19

47

MEDAN ketikberita.com | Program Studi (Prodi) Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar seminar berbasis web (Webinar) melalui aplikasi Zoom dengan tema ‘Memperkuat Sektor Layanan Kesehatan Dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di aula kampus Jalan Ayahanda Medan kemarin.

Sebagai pembicara dalam seminar itu Director Pusat Penelitian Perubahan Iklim (Climate Change) Universitas Indonesia dan Tim Satgas Covid-19 dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Prof Budi Haryanto SKM MSPH MSc dan Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr H AlwiMujahit Hasibuan Mkes.

Webinar dihadiri Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Dekan FK UNPRI dr Linda Chiuman MKM, Wakil Rektor II Dr Ermi Girsang SKM MKes AIFO, Wakil Rektor IV dr Ali Napiah Nasution MKT MKM, dan ketua panitia dr Sri Lestari Ramadhani Nasution MKM serta Rapael Ginting SKM MKes.

Budi Haryanto mengatakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus berusaha melakukan tracking ke sejumlah daerah untuk menemukan kasus baru sebagai upaya pemetaan.

Selain melakukan pemetaan, katanya, mulai dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur, pemerintah telah menunjuk sejumlah rumah sakit untuk menjadi pusat rujukan perawatan bila ditemukan kasus corona. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mempersiapkan seluruh fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit.

Menurut Budi Haryanto, situasi Covid-19 di Indonesia dari hasil surveilans Epidemiologi diketahui kategori tidak terdeteksi/tidak menunjukkan gejala, namun menular mencapai 86%.

Dalam hal ini, sebutnya, pekerjaan surveilans epidemiologi hampir di atas 97%. Oleh karena itu IAKMI sendiri telah membuat kelurahan relawan yang dikenal dengan RW SIAGA karena Covid-19 unik, jadi pencegahan juga harus dengan cara lain.

“Yang jelas strategi kita salah satunya dengan cara bagaimana orang sehat tidak sakit,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan sinergi lintas sektor pemerintah daerah dalam menghadapi Covid-19 penting untuk membatasi penularan.

Salah satu upaya yang penting dilakukan, kata Alwi, adalah pemisahan antara sehat dan sakit harus jelas. “Masalah penanganan yang kita hadapi adalah pemeriksaan swab tenggorokan yang cukup lama di laboratorium, sehingga sulit untuk menegakkan diagnosa,”katanya.

Rektor Unpri Chrismis Novalinda Ginting mengatakan kegiatan webinar ini bertujuan untuk mendiskusikan sejauh mana kesiapan sektor layanan kesehatan, terutama fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Rektor menambahkan, yang prioritas dilakukan dalaam penanganan Covid-19 adalah nyawa manusia. Tenaga kesehatan juga harus lebih diperhatikan agar sektor pembangunan lain kembali bekerja dengan optimal.

Tanpa penyelesaian pandemi yang tuntas, kata Rektor, beban ekonomi negara akan jauh lebih besar dalam jangka panjang dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan saat ini. Selain itu, potensi dampak sosial dan politik harus diperhitungkan.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan webinar ini merupakan bentuk kepedulian UNPRI akan pandemi yang sedang terjadi di Indonesia sekaligus memberikan informasi terkait Covid-19.

Dikatakan Tommy, sejauh ini Unpri telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah penularan virus dan memutus rantai penularan dengan membatasi interaksi langsung dan tidak beraktivitas dalam kerumunan. Diantara yang dilakukan adalah menggelar seminar webinar. (er)