Polres Binjai Tanggapi Surat Korban Dugaan Investasi Bodong PT Rifan Financindo Berjangka

370

MEDAN ketikberita.com | Terkait surat ke Polres Binjai, (13/1) yang dilayangkan Masyudin Hulu. (41),warga Jalan Gunung Sibayak, Kota Binjai, atas dirugikan dirinya atas dugaan penipuan modus investasi bodong oleh PT Rifan Financindo Berjangka, Hotel JW Marriot lantai 12, jalan Putri Hijau Medan, Polres Binjai membalas surat Masyudin Hulu melalui surat nomor B/39/I/2020/Reskrim, tanggal 17 Januari 2020.

Melalui surat Polres Binjai tersebut. prihal Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan kepada Masyudin Hulu, korban dugaan penipuan modus investasi bodong yang dilakukan PT Rifan Financindo Berjangka.

Dalam rujukan laporan Masyudin Hulu kepada Kapolres Binjai, pihak Polres akan melakukan penyelidikan dalam waktu 7 hari terhadap PT Rifan Financindo Berjangka yang diduga telah melakukan penipuan dengan modus investasi terhadap Masyudin Hulu dengan kerugian sebesar 300 juta.

Berawal pada bulan September 2019, korban berulang kali didatangi keponakannya Erwin Berkat Abadi Hulu yang selama ini bekerja di PT Rifan Financindo Berjangka dan mengajaknya untuk menjadi nasabah di perusahaan itu dengan alasan akan mendapati keuntungan 1 juta hingga 5 juta perhari jika menginvestasikan uang sebesar 100 juta.
“seperti menyimpan di bank dan kapanpun nasabah ingin tarik uangnya selalu bisa secara tunai,”kata Masyudin.

Berulang kali didatangi Erwin, akhirnya korban kembali didatangi Erwin beserta Nely Pinosa yang diketahuinya sebagai senior business consultant Perusahaan itu.

Berselang waktu, akhirnya korban didatangi Erwin dan Tika Panjaitan yang juga bekerja di Perusahan tersebut.
“saat itu saya diterangkan keduanya akan mendapati keuntungan 20 juta tiap bulan,jika menginvestasikan uang 100 jutake perusahaan itu, “ungkap Masyudin.

Merasa tergiur dengan keuntungan itu, akhirnya (17/9/2019), korban menginvestasikannya uangnya 100 juta ke PT Rifan Financindo Berjangka, menyetor melalui Bank CIMB Niaga Binjai No Rekening 800-12-97271-00. “saat itu saya, Tika dan Erwin bersama sama menyetornya dan saat mereka mengatakan agar sah menjadi nasabah,”tutur Masyudin.

Setelah seminggu, korban yang merasa telah memiliki keuntungan uang yang diinvestasikannya, bertanya ke Erwin,agar dapat mengambil keuntungan yang sebelumnya mereka janjikan.

“Saat itulah Erwin mengatakan tidak bisa karena tidak sependapat hubungan dagang Amerika dan Cina, malah si Erwin bilang bahwa uangnya aman dan saat ini tidak bisa diambil, lalu dengan alasan ketahanan dana milik saya, maka perlu tambahan modal sebesar 100 juta,”terangnya.

Kembali korban terbujuk, (24/10/19), korban kembali menyetor 100 juta.

Tiba tiba, (28/10/19) Erwin datang kerumah dengan mengatakan ada pembagian hasil sebesar 57 juta.

Mendengar hal itu, langsung korban menyampaikan kepada Erwin untuk menarik uang miliknya, namun kembali Erwin berkelit dan bilang bahwa modalnya tidak bisa diambil, hanya keuntungannya.

Lalu (29/10/19), korban didatangi Erwin bersama yang bernama Viesye Greviana Roosen, atasan Erwin dan saat itu Viesye mengatakan miliknya aman dengan menyerahkan kwitansi sebesar 200 juta dengan penjelasan uangnya tersebut telah sampai ke PT Rifan Financindo Berjangka dan saat itu korban disuruh mengisi formulir untuk penarikkan uang 57 juta hasil dari keuntungan uang 200 juta yang telah diinvestasikannya.

Berselang waktu, (14/11/19), korban terbujuk lagi oleh Erwin dengan alasan ketahanan dana dan saat ini hubungan dagang Amerika dan Cina baik dan dalam minggu depan dapat ditarik seluruhnya.
“meminta 100 juta lagi dan saya kirim lagi dengan meminjam ke orang, karena saya berfikr bisa menarik seluruh dananya setelah diyakinkan Erwin, diriku bakal bisa menarik uang seluruhnya dalam minggu ini,”ungkapnya.

Kemudian hari berlalu, akhirnya Desember 2019,korban berencana menarik keseluruhan uangnya,namun kembali korban diyakinkan Erwin bahwa penarikan hanya bisa setelah lewat tanggal 31 januar 2019.

Selanjutnya, setelah lewat awal tahun baru 2020, korban berharap dapat mengambil modalnya 300 juta dan keuntungan kembali menagih,namun kembali yang didengarnya pihak perusahaan meminta 100 juta lagi uang dengan alasan untuk ketahanan modal dan saat itu saya tak mampu lagi hingga akhirnya korban mendapat kabar dari Erwin, jika dirinya tak dapat menyetor 100 juta lagi, maka uang 300 juta yang telah diinvestasikannya akan hangus dan saat itu korban baru mengetahui dari mereka, jika sistim kerja diperusahaan mereka kelola sell atau buy minimal modal 1 lot, dimana 1 lot itu harganya 1000 dolar dan jika dirupiahkan sebesar 10 juta dalam hitungan beberapa hari bisa rugi 100 juta dan bisa juga untung 100 juta bahkan lebih.

Karena alasan mereka sangat konyol dan tidak masuk akal, akhirnya korban menyurati Kapolres Binjai. “Agar tidak ada lagi hal anarkis sehingga melanggar pasal tindak pidana dan harapan saya uangku bisa kembali dan modus modus penipuan orang yang tertera diatas bisa dihentikan, supaya tidak ada korban yang lainnya,”pungkasnya.

Terpisah, pihak perusahan melalui pengacara hukumnya sempat didepan korban dan M24 saat dilakukan musyawarah, tidak bisa menjawab pertanyaan korban mengenai dikembalikannya uang korban. (R/izl)