Poldasu Gelar Perkara Terkait Ops OTT Di Dinas Pertanian Kab.Palas

0
377

MEDAN ketikberita.com |Pasca dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sumut, Subdit III Tipikor terhadap Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Padang Lawas (Palas) beserta anggotanya pada Kamis (9/8/18) sekira pukul 14.30 Wib di Jalan Hasahatan Julu Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas.

Pihak Polda Sumut melakukan gelar perkara secara internal dan memeriksa sejumlah saksi dari lokasi, bahkan kelompok tani tak luput dari pemeriksaan Polda Sumut.

Hasil gelar yang dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh AKBP Doni Sembiring SIK selaku Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut, disebut-sebut telah menetapkan beberapa orang sebagai terduga tersangka. Namun belum tahu, siapa saja yang ditetapkan sebagai terduga tersangka.

“Saat ini masih dilakukan gelar perkara, belum dapat hasilnya, gelar belum selesai,” ujar Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Doni Sembiring SIK saat dikonfirmasi wartawan di Mapolda Sumut pada Jumat (10/8/2018) sekira pukul 18.10 Wib.

Sedangkan salah satu Kanit yang menangani perkara ini ketika diwawancarai wartawan mengaku bahwa ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai terduga tersangka.

“Sudah selesai hasil gelarnya, ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai terduga tersangka,” terangnya sekira pukul 18:50 Wib.

Saat ditanya wartawan siapa saja yang menjadi terduga tersangka dalam perkara ini, perwira ini enggan untuk membeberkannya.

“Nanti biar pimpinan saya saja yang menyampaikan siapa saja yang sudah ditetapkan sebagai terduga tersangka,” terangnya.

Informasi yang diterima wartawan sebelumnya, Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu berhasil membongkar praktik dugaan korupsi di Kabupaten Padang Lawas (Palas). Dalam operasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian AN beserta anggotanya diboyong. Selain itu Poldasu juga mengamankan uang senilai Rp 1,8 M untuk dijadikan barang bukti.

Informasi yang dihimpun wartawan, selain Kadis, tiga anggotanya dan kelompok tani yang diamankan yakni MHH sebagai Kabid Tanaman pangan dan Horikultural, JPS (Dinas Pertanian Kasi Produksi), AR (staf), IMR, ANH dan DS.

Para terduga tersangka disangkakan dalam dugaan tindak pidana Korupsi Pemotongan Dana Bantuan terhadap Kelompok Tani terkait kegiatan fasilitas Penerapan Budaya Padi dan Pala Wija Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas Tahun Anggaran 2018.

Modus operandi yang dilakukan para terduga tersangka yakni setelah uang diterima di rekening tabungan kelompok tani, para kelompok tani diarahkan menemui JPS (Dinas Pertanian- Kasi Produksi) dan memberikan uang dengan alasan untuk pembelian bibit serta pupuk, namun tidak ada aturan yang mengatur tentang pembelian pupuk.

Ironisnya, yang dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian juga tidak ada persetujuan antara kelompok Tani dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas , bahwa yang melakukan pembelian bibit dan pupuk adalah Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas.

Terungkapnya kasus OTT pada Kamis (9/8/18) sekira pukul 14.30 Wib di Jalan Hasahatan Julu Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas. Dari lokasi barang Bukti yang berhasil diamankan uang tunai berjumlah Rp 1 Milyar, buku rekening berisi uang sejumlah Rp. 800 juta dengan total keseluruhan Rp 1,8 M.

Selain uang tunai, Leptop merek HP berwarna putih, hardisk berwarna abu-abu, Handphone Oppo berwarna hitam, Handphone Samsung berwarna putih juga turut diamankan.(Abdul Halil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here