Pertambangan ITM Didorong Pengelolaan SDA Berwawasan Lingkungan

0
35
Foto : Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT .

MEDAN ketikberita.com | Pendidikan ahli pertambangan Institut Tek­nologi Medan (ITM) merupakan pen­didikan yang menyiapkan sumber daya lulusan yang mampu mengelola usaha pertambangan mulai dari tahap eksplorasi sumber daya alam (SDA).

“Kita ingin lulusan pertambangan juga mampu melakukan pengelolaan operasional pertambangan mulai dari tahap persiapan, pe­rencanaan, eksplorasi, eksploitasi hing­ga pengolalaan SDA yang berwawasan ling­kungan,” kata Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT di kampus tersebut, Jalan Gedung Arca Medan, akhir pekan kemarin.

Mahrizal menyebutkan, program pendidikan difokuskan pada penguasaan ilmu dan teknologi penambangan de­ngan perimbangan muatan teoritis dan prak­tek lapangan sesuai kebutuhan dan kompetensinya, sehingga alumni teknik pertambangan ini mampu bersaing dalam era globalisasi saat ini.

Adapun program pendidikan ahli per­tam­bangan menyiapkan para lulusan mampu menguasai keilmuan di bidang minat dan bakat seperti, eksplorasi sumber daya bumi baik mineral, batubara, air tanah dan panas bumi.

Teknologi penambangan sumber daya bumi, geomekanika, geoteknik dan teknik pemberaian batuan, perencanaan dan perancangan tambang, hidrogeologi dan penirisan tambang serta pengelolaan lingkungan pertambangan.

“Kita harapkan teknik pertambangan ITM ini menjadi pusat unggulan yang tang­guh dan berkompeten di bidang pendidikan ilmu pertambangan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Mahrizal menyebutkaan lulusan tek­nik pertambangan diharapkan mampu dalam perencanaan dan perancangan pe­nam­bangan pada sistem tambang terbuka maupun tambang bawah tanah.

Sedangkan ruang lingkupnya salah satu disiplin ilmu keteknikan yang mencakup prakt­ek, teori, sains, teknologi dan ap­likasi dalam pencarian, penambangan (peng­galian), pengolahan, dan p­e­man­faa­tan bahan galian (mineral). Teknik per­tam­bangan juga mencakup pemrosesan mineral untuk meningkatkan nilai tambah.

Dia mengatakan, ekstraksi mineral juga penting dalam masyarakat modern. Aktivitas penambangan seringkali menimbulkan gangguan lingkungan di dalam dan di sekitar area tambang.“Insinyur pertambangan harus peduli terhadap mitigasi kerusakan lingkungan sebagai akibat dari produksi dan pemrosesan bahan tambang,” ujarnya.

Negara Indonesia yang memiliki ke­ka­yaan alam sangat luas, mestinya mampu mengelola pertambangan cukup banyak, namun nyatanya hanya sebagian yang dapat dikelola ini sangat memprihatinkan. Karena itu menyangkut permasalahan tersebut adanya kemauan para pihak misalnya pemerintah, pengusaha dan elemen-elemen terkait didalamnya.

Untuk menutupi kekurangan tenaga ins­fektur penambangan di tanah air, pe­merintah memberikan kesempatan kepada para alumni penambangan di Indonesia untuk bekerja.(er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here