Mobil Hemat ITM Masuk Rangking 5 di Asean

0
28

MEDAN ketikberita.com | Hingga kini sebanyak 10 program studi (prodi) yang dikelompokkan dalam tiga fakultas di Institut Teknologi Medan (ITM) memiliki peran strategis dalam pembangunan di bidang pertambangan, perencanaan wilayah dan perkotaan dan teknologi informasi industri.

“Semua prodi sarjana (S1) masih aktif masa berlakunya telah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan Kemenristekdikti,” kata Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT (foto)  di kampusnya Jalan Gedung Arca Medan, Rabu (19/9/2018).

Dijelaskannya, akreditasi jurusan S1 Arsitektur, perencanaan wilayah dan kota, teknik geologi, teknik industri, teknik informatika, teknik kimia, teknik pertambangan, teknik mesin teknik sipil berakreditasi rata-rata B.

Dia menyebutkan, Fakultas Teknologi Mineral terdiri dari program studi teknik pertambangan dan teknik geologi berperan dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya sumber daya mineral serta pemahaman akan sifat bumi.

Begitu juga dengan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan terdiri dari program studi teknik sipil, teknik arsitektur serta teknik perencanaan wilayah dan kota (planologi).

Fakultas ini berandil besar dalam mewujudkan kehidupan kota yang nyaman, aman, manusiawi, tidak merusak lingkungan, dan menyediakan penghidupan bagi penduduk yang layak.

Sedangkan untuk Fakultas Teknologi Industri, ITM telah membuka Jurusan Teknik Informatika. Jurusan ini sangat dibutuhkan pada era globalisasi yang memerlukan kemampuan teknologi komunikasi yang tinggi.

Perkembangan teknologi juga membutuhkan tenaga-tenaga terampil dari jurusan teknik kimia, teknik industri, teknik elektro dan teknik mesin.

“Saat ini ITM berusaha mempersiapkan tenaga-tenaga handal yang sesuai kebutuhan industri berskala nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Rektor menambahkan, ITM juga bangga atas prestasi lima besar antar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebagai institusi teknologi terbaik 2018 di L2Dikti.

Walaupun akreditasi institusi ITM men­da­patkan nilai C namun pencapaian raihan prestasi 5 besar itu karena berkat kerjasama tim di jurusan, fakultas dan rektorat yang senantiasa meningkatkan mutu akademik dan non akademik.

Dukungan tenaga pengajar yang berjumlah 100 orang diantaranya terdapat 20 berjenjang doktor (S3) maka target kedepannya diharapkan tiap jurusan harus ada dosen S3 maupun guru besar (profesor) sesuai aturan Kemenristekdikti di 2025 mendatang.

“Tak kalah pentingnya prestasi mobil hemat mahasiswa ITM masuk rangking 5 di Asean yang diikuti 55 negara dari 166 lembaga pendidikan tinggi di Singapura. Khusus penelitian kita juga menembus Scopus bagi mahasiswa dan dosen untuk memenangkan hibah dan riset,” tambahnya.(er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here