Maulid Nabi di Tamiang Hulu, Pesan Ustad Tinggalkan yang Empat, Lakukan yang Empat

55

ACEH TAMIANG ketikberita.com | Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST, bersama Camat tamiang Hulu, M. Nur, unsur Forkopimcam, penceramah, dan sejumlah dai berpose bersama para pemenang Festival Marhaban dan Barzanji, Rabu (15/1/2020) malam, di halaman Masjid Raya Kecamatan Tamiang Hulu.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST, menghadiri Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1441 H, Rabu (15/1/20) malam, di Pulau Tiga. Kegiatan yang digelar oleh Kecamatan Tamiang Hulu ini, dipusatkan di halaman Masjid Raya Tamiang Hulu.

Tabligh akbar peringatan maulid nabi kali ini, panitia pelaksana menghadirkan Ustadz Abdil Muhadir Ritonga dan Ustadz Darwin Hasibuan, yang merupakan Qari Internasional asal Sumatera Utara.

Ustadz Abdil dalam tausiyahnya mengangkat pembahasan yang menjadi tema peringatan maulid, “Perkuat Keimanan, Perkokoh Kebersamaan”. Dikatakan oleh Ustadz Abdil, ada 4 hal yang dapat merusak keimanan seorang muslim, yakni, Banyaknya kemusyrikan di tengah masyarakat; Terobsesi dengan artis hingga menjadi hedonis; Berpecah-belah karena khilafiyah; serta Enggan bersedekah, meski mempunyai harta.

“Contoh kemusyrikan yang paling sering dikerjakan oleh masyarakat kita, ialah pergi mendatangi dukun. Berjalan saja menuju ke sana (dukun–red), ibadah kita tidak diterima selama 40 hari. Apalagi bila sampai mempercayainya, maka jatuhlah perbuatan syirik atas itu,” sebutnya.

“Nanti kalo sudah di sana, kita pun bertanya, misalnya ada barang yang hilang. “Wak, cemana barangku itu, siapa yang mengambil?”, “Oh, orang dekatnya itu yang ngambil.” Cuma bilang kek gitu kalian bilang orang pintar? Bah, aku pun bisa kalo sekadar ngomong begitu,” tuturnya dengan logat khas Mandailing yang disambut geer para hadirin.

Dengan bahasa yang kocak, ditambah logat Mandailing yang kental, ustadz Abdil menyampaikan keempat hal tersebut. berkali-kali ia menyentil kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dipraktikkan oleh masyarakat dengan humor-humor segarnya.

Ustadz Abdil kemudian mengangkat sub tema berikutnya, yakni memperkokoh kebersamaan. Diterangkannya, ada empat hal yang mesti dipraktikkan untuk mencapai kebersamaan tersebut.

Keempat hal tersebut adalah, Ta’aruf (saling mengenal); Tafahum (saling memahami); Tawa’un (saling berbaikan, tolong-menolong dalam kebaikan); dan Takaful (saling menanggung/membantu sesama).

Ustadz kondang itu menegaskan, kunci-kunci kehidupan yang demikian lah yang selalu dicontohkan Rasulullah, para sahabat dan para pengikut setelahnya. Dengan lugas disampaikannya, sebagai umat akhir zaman, seluruh umat muslim mesti kembali kepada kunci-kunci kehidupan tersebut, supaya menjadi sebaik-baik manusia.

“Tinggalkan yang empat (hal di awal tadi), lakukan yang empat barusan,” pungkasnya.

Tausiyah yang diselip dengan humor itu berhasil membuat para hadirin mengikuti acara hingga akhir. Tausiyah Ustadz Abdil diakhiri dengan doa yang dipimpin olehnya.

Panitia pelaksana pada penutupan acara kemudian mengumumkan pemenang Festival Marhaban dan Barzanji tingkat Kecamatan Tamiang Hulu tahun 1441 H/ 2020 M. Kategori Perawi Terbaik, diperoleh Darmiati dari Kampung Alur Tani 2. Sementara Kategori Busana Terbaik diraih oleh Grup Nurunnisa Kampung Kaloy. Pada kategori Grup marhaban Terbaik diraih oleh Grup Bandar Setia, Kampung Bandar Setia.

Selain Wakil Bupati, tampak hadir Camat Tamiang Hulu, M. Nur beserta unsur Forkopimcam, Kepala KUA, para ulama, mubaligh, dan qari lokal, tokoh masyarakat, serta sekitar 3000-an masyarakat Tamiang Hulu.(ABS)