Maraknya Judi Dindong di Daerah Kec Sei RampahTerkesan Diduga Pihak Berwajib Tutup Mata

0
108

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Maraknya perjudian yang merusak moral dan nadi perokonomian menjadi ke khawatiran masyarakat belakangan ini. Hal tersebut dikarenakan jenis judi mesin jackpot yang kerap disebut dindong beroperasi dibeberapa titik Di Desa Furdaus Dan Desa Sei Rampah yang tidak Jauh dari Mapolres Sergai Dan Mapolsek Firdaus.

Pada hal, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai KH.Lukman Yahya, Ketua FKUB SERGAI Drs. Irfan El Fuadi Lbs, Ketua Alwasliah Drs Ridwan Dan Ketua Eksponen 66 H. Bahrum Abbas Serta Penasehat Muhammadiah juga Tokoh Masyarakat H.Kisa’i Dalimunthe, secara tegas telah mengatakan agar pihak kepolisian melakukan penutupan maupun penangkapan terhadap bandar dan pelaku judi apapun jenisnya, baik itu togel ataupun jackpot .

Namun, berdasarkan Penelusuran wartawan dilokasi, Selasa (9/7/2019) sekitar jam 14.00 wib, himbauan yang secara tegas dari ketua MUI, FKUB Sergai Dan Tokoh Agama Serta Tokoh Masyarakat Sergai seakan di hiraukan alias angin lalu belaka terbukti mesin jackpot atau dindong masih bebas beroperasi alias marak, bahkan jackpot atau dindong ini diduga dititipkan oleh oknum tertentu di dalam kedai atau warung milik warga.

Strategi toke atau bos pemilik jackpot tersebut juga diduga dibeking oknum tertentu sehingga dengan mudah usaha ilegalnya bisa beroperasi.

Informasi warga sekitar mengatakan mesin dindong ini sudah ada 3 bulan beroperasi di Dusun kami, bahkan warga disini baik tua dan muda sudah terpengaruh dengan judi jackpot hingga banyak yang terlena sampai ekonominya bangkrut. Dan bahkan kadang mengganggu dan meresahkan para warga sekitar karena judi dindong ini beroperasi selama 24 jam.

Hingga kini judi dindong tersebut berlangsung aman-aman meski usaha ini melawan hukum sampai sekarang pihak berwajib tidak bertindak seakan ada pembiaran alias tetap tutup mata.

Praktek perjudian mesin dindong selama ini berjalan lancar beroperasi. Dan jarang sekali ada turun pihak berwajib untuk merazia, jadi terkesan perjudian mesin dindong yang kental disebut jackpot itu sepertinya dibiarkan merajalela disana-sini,jelas warga.

Senada juga disampaikan salah satu ibu rumah tangga, perjudian dindong sudah marak di dusun Desa Furdaus dan Desa Sei Rampah ini, kami kaum ibu rumah tangga sudah khawatir adanya dindong ini.

Suami yang bekerja mencari upahan kadang singgah diwarung yang rencananya minum kopi di warung, namun karena melihat ada hiburan judi jackpot iseng-iseng berhadiah akhirnya terbuai hingga waktu untuk bekerja pun habis bahkan uang hasil upahan yang seharusnya mau di setor kerumah akhinya habis juga di warung jackpot.

Sehingga banyak warga rumah tangganya porak poranda karena bangkrut dan tak dapat membutuhi keluarganya akibat sang suami main judi dindong. Karena itu kami kaum ibu berharap dan meminta kepada pihak kepolisian supaya bertindak tegas menangkap para bandar dan juga oknum yang terlibat, sebut ibu yang tak mau di tuliskan namanya.(AfGans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here