Lestarikan Seni Budaya Melayu Melalui Lomba Tari dan Berbalas Pantun

0
68

MEDAN ketikberita.com | Walaupun hujan namun antusiasme masyarakat mengikuri acara pembukaan  perlombaan Seni Budaya Tari Melayu, Berbalas Pantung dan Pagelaran Ketoprak Dor di panggun terbuka Merdeka Walk Medan cukup tinggi, Sabtu (21/7). Selain peserta, tenda acara dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan pertunjukan gawean Dinas Kebudayaan Kota Medan tersebut.

Pertunjukan yang digelar  dalam upaya melestarikan seni budaya Melayu yang orisinil dan megah sebagai etnis asli Kota Medan dibuka langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi  Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung diwakili  Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang yang diilakukan Wali Kota bersama Wakil Ketua DPRD Medan. Setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan tari-tarian serta berbalas pantun. Selain warga Kota Medan, pertunjukan yang jarang digelar ini turut juga  disaksikan sejumlah turis mancanegara yang tengah melintasi Merdeka Walk.

Dihadapan Kadis Kebudayaan Medan Suherman,  Kadis Perdangangan Syarif Armansyah Lubis,  Ketua Dewan Kesenian Medan Rianto Aghly, Kepala Taman Budaya Sumut Deny Elfriansyah, serta para seniman tari, pantun  dan teater Medan, Wali Kota dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Guna melstarikan budaya Melayu tidak akan hilang dari muka bumi, Wali Kota mengatakan, perlombaan seni budaya tari Melayu, berbalas pantun dan pagelaran Ketoprak Dor harus mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa bangga akan identitas diri sebagai bangsa Melayu.

“Hal ini sangat penting dilakukan agar bangsa Melayu mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Selain itu yang lebih penting lagi agar budaya Melayu tidak kian tergerus dengan perubahan zaman,” kata Wali Kota.

Selama tidak bertentangan dengan ajaran agama,  tegas Wali kota, justru berbagai budaya yang ada di tanah air dapat menjadi penambah nilai estetika, apalagi budaya Melayu identik dengan budaya Islam. “Dengan demikianunsur budaya dapat menjadi jembatan perdamaian antar umat beragama untuk dapat hidup secara damai,  harmonis dalam keberagaman,” ungkapnya.

Mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan itu selanjutnya mengingatkan, upaya melestarikan budaya Melayu bukan hanya tanggung jawab segelintir orang tetapi  merupakan tanggung jawab bersama.  Oleh karenanya  integrasi berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga, maupun individu diperlukan untuk melestarikan nilai luhur budaya bangsa. “Di samping itu juga untuk menjaga bangsa ini dari serbuan budaya asing,”  paparnya.

Atas dasar itulah Wali Kota pun menyampaikan apresiasinya kepada para seniman tari Melayu dan berbalas pantun yang terus eksis melestarikan seni budaya Melayu. Dikatakannya, para seniman telah menunjukkan kepedulian terhadap warisan budaya  Melayu di Medan.  Adanya insan yang memiliki kepedulian akan nilai budaya asli Melayu, kata Wali kota,  merupakan salah satu tulang punggung bagi keberhasilan Kota Medan di masa kini dan mendatang.

Sebelumnya, Kadis Kebudayaan Kota Medan  Suherman dalam laporannya menjelaskan, perlombaan Seni Budaya Tari Melayu, Berbalas Pantung dan Pagelaran Ketoprak Dor merupakan bagian rangkaian perayaan HUT ke-428 Kota Medan. Adapun tujuan kegiatan ini digelar dalam rangka melestarikan seni budaya  Melayu yang orisinil dan megah sebagai etnis asli kota Medan.

Selain itu melalui kegiatan ini, jelas Suherman, guna memperkenalkan budaya  Melayu kepada wisatawan dalam dan luar negeri yang sedang berkunjung ke Medan.  “Kemuian untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, termasuk generasi muda  dalam bidang seni dan budaya, serta melanjutkan program pemerintah dalam rangka pembangunan kebudayaan,” terang Suherman.

Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Medan  Rianto Aghly, memuji langkah yang dilakukan Pemko Medan dalam melestarikan seni budaya asli Melayu ini. “Upaya yang dilakukan pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan pantas diapresiasi. Soalnya dari ajang lomba ini akan berlangsung regenerasi seniman tradisi sekaligus menjadi wahana pembinaan  dan pengembangan bagi bakat-bakat baru. Kita harapkan event ini dilakukan berkesinambungan,”  ujar Rianto. (er)