Kombes Pol Krisno Halomoan, Sabu-sabu Sumut Kualitas Nomor 1 Namun Kasusnya Nomor 2 Setelah Jakarta

0
39

MEDAN ketikberita.com | Sebagai bentuk rasa simpati dan dorongan semangat terhadap rekan seprofesi yang dianiaya oleh para pelaku narkoba terhadap Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi, Wakil Direktur tindak pidana narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar didampingi Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto, Direktur narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung dan Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafael Sandy Cahyo Priambodo sambangi Polsek Patumbak di Jalan Pertahanan Kecamatan Patumbak, Selasa (20/8/2019).

Acara dimulai dengan ramah-tamah dan Pemaparan kronologis kejadian yang menimpa Kapolsek Patumbak oleh AKP. Ginanjar Fitriadi serta pengarahan kepada anggota reserse narkoba sejajaran Polrestabes Medan oleh Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

“Kami datang kesini ( Polsek Patumbak ) sebagai wujud empati kami sebagai sesama aparat kepolisian negara Republik Indonesia, jadi apa yang terjadi pada Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi adalah wujud keseriusan polri dalam penindakan terhadap pelaku narkoba, karena rekan kami telah menjadi korban penganiayaan oleh bandar narkoba, sehingga perlu dilakukan tindakan tegas terukur, inilah yang membutikan bahwa kami, sama-sama bekerja dalam memberantas peredaran narkoba di Sumatera utara dan seluruh Indonesia,” ucap Kombes Pol Krisno.

Lanjut wakil Direktur tindak pidana narkoba lagi, polri keras terhadap para bandar dan jaringanya, Polri tidak pernah ragu untuk memberikan tindakan tegas.

“Kami juga tidak lupa juga untuk memberikan rehabilitasi terhadap pecandu narkoba dan untuk strategi kami dalam memerangi narkoba dari luar negara masuk ke Indonesia dengan melakukan kerja sama dengan intansi lain dan untuk luar negara, kami bekerja sama dengan kepolisian Negara tetangga maupun negara lainya. Sebab masalah narkoba ini tidak hanya di Indonesia tapi juga ada dinegara-negara lainya.

Strategi secara nasional kita lakukan dengan cara penyuluhan tentang bahaya penyalah gunaan narkotika, penegakan hukum serta rehabilitasi terhadap korban penyalah gunaan narkotika. Kami berharap semua pihak, khususnya pemerintah daerah untuk bahu membahu mengatasi masalah narkoba di negara kita ini.

Untuk kampung-kampung narkoba juga perlu dilakukan rekayasa sosial terhadap kampung-kampung yang mendapat stikma sebagai kampung narkoba,” ucap Krisno.

Ketika ditanyakan tentang apakah kota Medan Masuk dalam Zona merah narkoba, Wakil Direktur tindak pidana narkoba Bareskrim Polri ini mengatakan bahwa Medan terletak pada urutan kedua dan kadang ketiga setelah Jakarta dan Jawa Timur.

“Kalau urutan kadang berubah-ubah, Medan kadang di urutan kedua setelah Jakarta dan kadang urutan ketiga setelah Jakarta dan Jawa Timur, Namun untuk kualitas barang narkotika, Sumatera utara memiliki kualitas nomor satu,” katanya.

Lebih jauh perwira berpangkat melati tiga ini mengatakan bahwa Kapolri Bapak Jenderal Tito Karnavian berulang kali mengatakan bahwa Polri tidak akan pernah ragu untuk memberikan tindakan tegas kepada seluruh bandar dan jaringan narkoba, apa lagi kepada bandar narkoba yang memberikan perlawanan kepada petugas.

Tidak lupa wakil Direktur tindak pidana narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar berpesan kepada Direktur narkoba Polda Sumut dan jajaranya agar terus penyelidikan tindak pidana pencucian uang dari para bandar narkoba dan Jaringanya dan segera memiskinkanya (zal/aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here