Kepala Dinas PP-KB Bersama Anggota DPRD Nisbar Besuk Anak Penderita Gizi Buruk

180

GUNUNGSITOLI Ketikberita.com | Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB) Bapak Drs. Yosafati Hia, MM. bersama dengan Anggota DPRD Kabupaten Nias Barat Ibu Sari Utami Waruwu, SE., MM besuk dua anak yang menderita gizi buruk yang sedang dirawat di RSUD Gunungsitoli, (8/3/2020).

Kedua anak tersebut bernama Atalisi Gulo (7 th) serta Alui Zaro Gulo (3,4 th) ialah buah hati dari ama Niwa Gulo dan ina Niwa Gulo yang bertempat tinggal di Desa Iraonogeba Kecamatan Mandrehe Barat Kabupaten Nias Barat.

Adapun anak-anak ini diketahui kondisinya mengalami gizi buruk adalah berdasarkan informasi dari masyarakat. Pada tanggal 07 Maret 2020 dirawat di RSUD Gunungsitoli. Untuk diketahui salah satu dari kedua anak tersebut harus mendapatkan transfusi darah sebanyak enam kantong dan dengan kerjasama dari PMI Nias serta sumbangan darah sukarela dari berbagai pihak sehingga kebutuhan untuk transfusi darah tersebut telah terpenuhi.

Drs. Yosafati Hia, MM mengatakan bahwa “sangat turut prihatin atas kondisi yang dialami kedua anak tersebut dan sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nias Barat mengajak Masyarakat terutama bagi Pemerintah Kabupaten Nias Barat mari bersama berikan perhatian lebih kepada anak-anak, ibu, Keluarga agar tidak mengalami kondisi gizi buruk lagi.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nias Barat serta Panti Asuhan Bakti Luhur Alma Sirombu yang telah memfasilitasi untuk perbaikan gizi

Selanjutnya Ibu Sari Utami Waruwu mengatakan bahwa “atas nama DPRD Kabupaten Nias Barat juga sangat turut prihatin dengan kondisi dimana masih banyak anak-anak yang mengalami gizi buruk.

Dengan moment hari ini tanggal 08 Maret 2020 adalah Hari Perempuan Internasional menyerukan untuk Pemerintah Kabupaten Nias Barat agar kebijakan lebih memperhatikan tingkat kesehatan masyarakat terutama yang bersentuhan langsung terhadap ibu dan anak, karna anak adalah generasi penerus bangsa”.

Harapan keluaga adalah doa dan juga uluran tangan dari berbagai pihak, terlebih kepada pemerintah untuk membantu kesembuhan kedua cucunya sehingga bisa menjadi seperti anak pada umumnya.(Wardiy)