Kasus Pungli di Kemenag Medan, Guru Agama Ngadu ke Ombusdman

0
125

 

MEDAN ketikberita.com  – Guru- guru agama kristen Kota Medan beramai-ramai melaporkan keluhannya kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Senin (27/02). Para guru agama kristen yang mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN) ini tengah memadati kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Mereka menyampaikan bahwa kedatangan mereka kali ini adalah upaya mereka mengadukan nasib mereka yang dipungli oleh Kantor Kemenag Medan.

“Kami ramai mau mengadu ke Ombudsman. Kami mau dana sertifikasi kami segera dicairkan yang sudah berbulan-bulan di tahan,” ujar Hosanna, guru agama kristen yang mengajar di SMA N 21 Medan.

SJB, Guru SMK N 10 Medan mengatakan bahwa selama ini mereka dimintai kutipan-kutipan liar oleh Kasi Bimas Kristen Medan.
“Kami kalau sudah cair dana sertifikasinya mereka minta laporan pertangung jawaban, nah pas disinilah kami dimintai kutipan-kutipan,” bebernya.
SJB menuturkan bahwa dana sertifikasi suaminya juga pernah dipotong oleh Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan.

“Suami saya pun pernah dipotong dana sertifikasi Rp 2 Juta untuk biaya administrasi, suami saya guru agama kristen juga,” ujarnya.

Hal senada juga di katakan R Saragih Guru SDN 065015 bahwa Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama Kota Medan, Hendi Johan Simanjuntak dituding kerap melakukan pengutipan uang kepada guru agama Nasrani yang hendak mengurus sertifikasi.

Selain meminta uang pengurusan sertifikasi, Hendi juga meminta uang saat uang sertifikasi cair.

“Karena saya orangnya vokal (berani menyampaikan pendapat), jadi saya hanya kasih uang Rp100 ribu saja. Kalau yang lain, ada yang sampai Rp 300 ribu,” ungkapnya

Saragih mengatakan, ada sekitar 18 orang guru yang pernah menyetor ke Hendi Johan Simanjuntak. Alasannya, uang yang diminta itu adalah biaya administrasi.

“Katanya biaya administrasi. Saya pun heran, kok besar sekali biaya administrari yang diminta,” pungkas Saragih.
S, guru SDN 067980 Medan Denai juga mengatakan, lantaran berkas sertifikasinya tak kunjung diurus, dirinya terpaksa memberikan uang kepada Hendi.

“Saya kasih seiklhas hati saja lah. Waktu itu saya kasih Rp100 ribu. Dan sekarang, uang sertifikasi saya belum juga cair seperti guru lainnya,” ungkap wanita berbaju batik ungu ini.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara mengatakan mereka akan menerima pengaduan dari guru-guru ini.
“Menerima pengaduan dari guru-guru yang mengaku di Pungli oleh Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan, Hendi Johan Simanjuntak,” ujarnya.(win)