Kajari Subulussalam : Kasus Adri Mantan Kadinkes Sudah Masuk Sidang Pertama

0
41
Foto : Kajari Subulussalam Mhd Alinafiah Saragih SH. MH.

SUBULUSSALAM (Aceh) ketikberita.com | Kasus Mantan Kadinkes, Adri dan kawan kawan, setelah ditetapkan tersangaka, dan ditahan dititipkan di Rutan Singkil 18 juni yang lalu, kasusnya tetap ditindak lanjuti sehingga mereka status tahanan titipan Kajari Subulussalam.

Adapun kawanan Adri yang ditetapkan tersangka, adalah PPTK nya, Konsultan, dan Rekanan(kontraktor) ulah mereka ini telah dianggap merugikan negara ratusan juta rupiah, sehingga mereka berempat langsung ditahan 20 hari kedepan, untuk proses penyelidikan.

Menurut Kajari Subulussalam, Mhd Alinafiah Saragih SH,MH, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (9/7/ 2019),  terkait kasus Adri mantan Kadinkes, beliau menjawab bahwa kasus ini tetap kita proses, dan ditindak lanjuti, kata Kajari, dan hari Jumat kemaren tanggal 5 juli 2019, telah berjalan sidang perdana, yaitu Pembacaan Dakwaan kata Kajari kepada media ini, menjelaskan.

Ditambah beliau, bahwa sidang Adri dkk, harus di Banda Aceh, karena kasusnya TIPIKOR, Karena disini belum ada Pengadilan Tipikor, sehingga walau demikian jauhnya,ya terpaksa sidangnya harus dijalani di Banda Aceh, kata Pak Kajari akan tetapi telah diusulkan ke PN Tipikor Banda Aceh ,agar kalau boleh mereka ini dititip di sakah satu Rutan di Banda Aceh dulu.

Selanjutnya kata beliau, pasal yang dikenakan kepada tersangka, adalah undang undang Tipikor, pasal 2 dan 3, yang berbunyi,. Menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau prekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun, dan maksimal 20 tahun atau denda 200 juta.

Dan selanjutnya kata beliau Pasal 3… UU,Tipikor, juga menjadi pertimbangan hukum terkait kasus mantan Kadinkes ini, kata Alinafiah mengakhiri keterangannya.(J.Saran)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here