Kades Tandem Hilir 1 Terancam ke Penjara Setelah PTPN-2 Menolak untuk Berdamai

0
407
Foto : Ilustrasi

DELI SERDANG ketikberita.com | Kasus pencurian 9 batang kayu jati milik PTPN-2 di lahan kebun Tandem Hilir Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang terus meruncing. Kabarnya pihak PTPN-2 enggan untuk berdamai, Kamis (16/8/2018).

Dari hasil penelusuran wartawan, pihak PTPN-2 telah mengantongi surat pernyataan dari 16 orang masyarakat yang mau menjadi saksi kasus pencurian kayu jati tersebut. Dalam surat pernyataan tertanggal 10 Agustus itu mereka juga mengatakan kalau batang kayu jati dipotong oleh seorang yang disebut-sebut bernama Wandi didampingi langsung Kepala Desa Tandem Hilir 1 Herianto serta seorang oknum polisi berinisial “R”

Namun saja, informasinya Kades Herianto bersikeras mengklaim kalau lahan yang ditanami pohon jati itu adalah lahan miliknya berdasarkan SK Bupati tahun 1968 seluas lebih kurang 1 hektar

Terpisah, sebelumnya pihak Polsek Binjei melalui jupernya telah memeriksa Kades Tandem Hilir 1 Herianto bersama anggotanya beserta 3 orang dari pihak PTPN-2 yang salah satunya Papam bernama Sujono.

Dalam pemeriksaannya Kades Herianto mengakui kepada penyidik kepolisian ada memerintahkan kepada anggotanya untuk menebang pohon jati namun saja bukan di lahan PTPN-2 di belakang kantornya tapi yang ia perintahkan adalah di salahsatu kawasan di Kecamatan Hamparan Perak.

Saat wartawan akan menemui Kades Tandem Hilir 1 Herianto di ruangannya. Namun saja kades dengan tergopoh-gopoh keluar lalu melarikan diri dengan menggunakan mobil warna hitam ke luar kantornya mengarah ke Hamparan Perak.

Upaya konfirmasi dengan Kapolsek Binjei AKP Binsar Naibaho melalui WhatsApp-nya tak membuahkan hasil. Tulisan konfirmasi terkirim namun saja beliau tak menjawabnya.(to)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here