Jokowi-Maruf Duet Rahmatan Lil Alamin

0
107

JAKARTA ketikberita.com | Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin sebagai calon pendampingnya di kontestasi Pilpres 2019.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dan pertahanan Heru Budi Wasesa mengatakan, keputusan Jokowi memilih Kiai Maruf merupakan langkah cerdas. Apalagi, selama ini pihak yang kontra terhadap petahana selalu melontarkan isu bila pemerintahan Jokowi anti Islam.

“Jokowi jenius dan sangat realistis. Kehadiran Maruf Amin dalam gerbong Jokowi tentu efektif menghilangkan image anti Islam kubu Jokowi karena Pak Maruf Amin dikenal sebagai ulama besar yang kharismatik dan berpengaruh,” jelasnya kepada wartawan, Kamis malam (9/8).

Heru juga menilai kombinasi Jokowi dan Kiai Maruf sangat baik bagi Indonesia. Jokowi yang dikenal sebagai presiden pekerja keras dipadukan dengan Kiai Maruf yang punya dasar ke-Islam-an sangat kuat. Tentunya, kombinasi tersebut sangat baik bagi kesejahteraan rakyat, terlebih mayoritas umat muslim.

“Kalau saya bisa bilang duet Jokowi-Maruf Amin pasangan yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Dari sisi kans, Heru juga melihat pasangan Jokowi-Maruf sangat besar peluangnya mengalahkan rivalnya yakni dari kubu Prabowo Subianto.

“Masyarakat melihat Jokowi sudah sangat positif tapi memang yang kurang karena serangan isu anti Islam. Tapi itu sudah ditutupi oleh Pak Maruf Amin. Rasanya Prabowo akan mencetak hatrik tiga kali kalah maju pilpres,” paparnya.

Heru menambahkan, saat ini kubu Jokowi tinggal mencari strategi yang pas untuk menggaet pemilih milenial. Seperti diketahui sekitar 100 juta anak muda akan menggunakan hak pilihnya pada Pilpres 2019.

Menurutnya, peran tersebut semestinya bisa mainkan oleh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang merepresentasikan anak muda. Kedua partai itu harus maksimal dan all out menggarap suara milenial.

“Tapi jangan kawatir, Jokowi sendiri sudah milenial baik penampilan gaya, sense dan keberpihakanya pada anak muda. Yang tidak kalah penting juga, tugas Jokowi mempersiapkan kaum milenial memimpin di 2024. Dengan memberikan kesempatan pada mereka di pemerintahan sebagai ajang menimba pengalaman,” demikian Heru.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here