Harga Sawit Anjlok, Petani Menjerit, TIM Penetapan Harga Sawit Pemko Surati PMKS

0
19

SUBULUSSALAM ketikberita.com | Informasi beberapa bulan terakhir ini terkait harga Tandan Buah segar sawit (TBS,) dikota Subulussalam sangat mencekik leher,.. pasalnya harga TBS tak sesuai kebutuhan Petani saat ini, yang hanya 1000,/900 rupiah dilapangan, dengan harga yang seperti ini para Petani sawit daerah ini tak lama lagi akan gulung tikar dan Kebun Sawit pun hancur berantakan karena tak mampu merawat.

Fakta harga pupuk melambung tinggi, sampai 300/400,ribu per zak/50 kg, diharapkan Pupuk Subsidi, terkadang hilang dan tak bisa diharapkan secara rutin, apa lagi saat ini, agen pupuk subsidi sudah kurang pengawasan, sehingga gak karuan dalam penyalurannya, lebih banyak masyarakat petani yang tak dapat, karena yang diutamakan adalah anggota kelompok.

Menurut Ketua Tim, penetapan harga TBS,kota Subulussalam SUBANGUN BERUTU,ketika dihubungi melalui WA, nya, 11mei 2019, beliau menjawab bahwa keputusan harga TBS telah turun dari Dinas Pertanian Profinsi Aceh,..setelah rapat penetapan harga Sawit,TBS dua bulan yang lalu di Kota Subulussalam, yang melibatkan seluruh unsur, Muspidaplus, pihak PMKS, juga TIM penetapan harga Sawit, dan Walikota lama,juga sangat mengharapkan pada saat itu, agar semua TIM harus benar benar ingin membantu Petani sawit, dalam meningkatkan harga sawit, jangan terkesan sesuka hati pihak Perusahaan, dan perlu disesuaikan dengan Pasar, dan menurut Ketua harus disesuaikan dengan Permentan, 01,tahun 2018, juga Pergub,no, 39/tahun 2015, dan hal ini harus dipatuhi oleh PMKS

Melihat cuplikan surat ketetapan harga TBS, Aceh, harga TBS kota Subulussalam adalah kategori harga terendah, bila dilihat dari tabel yang turun dari Profinsi Aceh, dan sepertinya umur sawit kota Subulussalam masih berumur 5/10 tahun, padahal 80% sawit didaerah ini telah berumur 10/20/tahun, malah ada lagi yang lebih, dan hal ini adalah fakta, kata seoerang petani sawit kepada media ini.

Ditambah Subangun Berutu lagi bahwa sepertinya Pihak Perusahaan (PMKS) tidak transparan terkait, REMDEMEN TBS Petani sawit, sehingga penilaian kwalitas dan kadar minyak sawit Subulussalam jauh dari Standart, membuat harga sawit Subulussalam jauh dibawah daerah lain.

Ketua TIM, telah mengusulkan kepada Pemko melalui instansi terkait, agar Seluruh PMKS dipanggil, akan tetapi nampaknya Pemko lamban dalam urusan seperti ini, dan diminta lagi agar Remdemen sawit Petani jangan terkesan ditutupi sehingga ada alasan untuk turun harga, jadi diminta kepada Pemko,cq instansi terkait..agar jangan berpangku tangan, tindak PMKS yang membandel.. bila penting minta semua izin operasional mereka, sudah benar atau gimana.(Saran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here