Dorkas Akan Lapor Ke Polisi, Oknum PNS Pemko Batam Aznita Muznida Diduga Melakukan Penipuan Jutaan Rupiah

51
Foto : Dorkas Lami Nori sedang memberikan keterangan Pers kasus penipuan kepada Tim Media Cetak lokal dan Media Online.(Foto:Dok/Indralis)

BATAM ketikberita.com | Dorkas Lami Nori yang merupakan seorang ibu pengacara angkat bicara karena diduga ditipu oleh Hartono dan client Aznita Muznida seorang oknum PNS. Hal itu diungkapkan langsung oleh Dorkas pada wartawan saat memberi keterangan konferensi pers kepada beberapa awak Media Lokal Cetak lokal dan Media Online di Batam Center, Kamis (8/6/2020) sore.

Ia mengatakan, kala itu Aznita Muznida datang kekantor hukum ”Hartono & Rekan” yang beralamat di komplek ruko Central Sukajadi. Blok I. No. 10. Kecamatan Batam kota, kota Batam meminta kuasa hukum tepatnya pada tahun 2013 silam.

Dorkas lebih lanjut menceritakan bahwa Aznita Muznida yang kini sebagai Oknum PNS yang bertugas di Pemko Batam membenarkan ada permasalahan di Bank Mandiri dengan adanya aset yang ditahan oleh Bank Mandiri dengan rincian tiga aset sudah di Pengadilan Negeri Batam.

Di saat itulah Aznita Muznida meminta jasa kantor hukum ”Hartono & Rekan”, kebetulan saya (Dorkas) yang menerima pada saat itu saya sebagai Sekretaris Hartono & rekan.

Seterusnya dibuatlah surat kuasa dan sudah dikerjakan ungkap Dorkas. Selanjutnya pada tanggal 11 Nopember, 2013 membuka suatu pembelaan terhadap Aznita Muznida oknum PNS yang mana aset Aznita tersebut diserahkan ke kantor Hukum ,” Hartono & Rekan” dan ini sudah dikerjakan dengan adanya pemanggilan dari pada Pengadilan Negeri Batam dan telah didaftarkan.

Ditempat yang sama Dorkas ibu anak tiga ini mengatakan bahwa surat kuasa di buat kepada Aznita Muznida oknum PNS sebanyak tiga kali. Dengan rincian 3 surat untuk pembelaan di Pengadilan Negeri Batam. 7 Aset untuk pembelaan di Bank Mandiri dan 1 aset untuk kenderaan.”jelas Dorkas.

Tiga surat kuasa tersebut sebenarnya tertuang dalam surat perjanjian dengan saya (DORKAS) dan kantor hukum”Hartono & Rekan”, Isinya dimana Aznita Murznida oknim PNS itu harus membayar jasanya walaupun Aznita Murznida mencabut kuasanya sepihak, namun dengan jelas sudah tertuang dalam surat perjanjian pada tahun 2013, berhasil atau pun tidak berhasil dengan perincian 60 dan 40 persen,”ungkap Dorkas.

Dikala itu mereka berdua Hartono dan Aznita Muznida melakukan kompresi pers pada tahun 2014 dengan mengatakan bahwa mereka berdua telah menipu saya (DORKAS) dengan sejumlah uang Rp 100.000.000, padahal uang tersebut adalah untuk membayar uang client, paparnya.

Dengan alasan inilah saya (DORKAS) untuk melakukan gugatan, karena Aznita Muznida sampai dengan saat ini selalu berkoar-koar, berteriak didepan umum lewat pendeta Iza pada tanggal 4/4-2020 di Pengadilan Negeri Batam.

Kalau dilihat dari sikap Aznita Muznida diduga ada indikasi untuk menjelek-jelekan saya ungkap Dorkas kembali dengan nada geram, kemudian Hartono juga meneriakin uang Rp 250.000.000 pada saya jelas Dorkas.

Padahal saya sudah menjalani proses hukum artinya sudah tidak ada masalah secara hukum, dan bila mau berdamai ada ancaman dari Hartono uang Rp 250.000.000. tersebut harus dibayar, hal ini disampaikan di depan umum.

Senada dengan hal tersebut diatas ini diduga pencemaran nama baik saya, Tegas Dorkas. ” dari sisi hukumnya Aznita Muznida oknum PNS itu diduga melakukan penipuan karena sudah mencabut kuasa hukum dari kantor Hukum ” Hartono & Rekan”.

Kemudian unsur penipuan lainnya yang dilakukan Aznita Muznida adalah karena sudah memakai uang Dorkas Rp.100.000.000, untuk pengurusan aset Aznita Muznida. ” Padahal uang Rp 100.000.000 tersebut diperoleh Dorkas dengan utang dengan saudari Yanti dengan mengambil rumah saya itupun atas nama Dorkas dan Hartono,”ungkapnya.

Akibat permasalahan tersebut dirinya akan melaporkan Aznita dan Hartono ke pihak berwajib. Disini jelas Dorkas yang dirugikan itu saya tegasnya dan bukan mereka berdua .

Dengan diamnya saya Dorkas akhirnya semua fakta tersebut di putar balikkan mereka . ”

Akibat permasalahan tersebut dirinya akan melaporkan aznita Murznida oknum PNS itu dan Hartono ke pihak berwajib,” kata dia kalau tak ada itikad baik kepadanya.

Sementara itu, Hartono dan Aznita Muznida hingga berita ini diunggah di mata umum belum bisa dimintai tanggapannya oleh wartawan kerena masih berupaya untuk meminta tanggapan terkait informasi tersebut dan akan diselusuri kembali kepada mereka. (Indralis/Tim Media Batam)