Calhaj Kloter I Embarkasi Medan Masuk Asrama Haji

0
17

MEDAN ketikberita.com | Sebanyak 383 jemaah calon haji (Calhaj) ditambah 5 petugas yang tergabung dalam kelompok terbang 1 asal Medan, tiba di Asrama Haji untuk berangkat menuju Jeddah menunaikan ibadah haji yang direncanakan akan berangkat Jumat (12/7/2019). Direncanakan akan dilepas langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi.

Humas Kanwil Kemenang Sumut, Abdul Azhim mengatakan, jumlah calon jamaah haji Kloter I yang masuk Asrama Haji Medan ini sebanyak 383 jamaah dan sudah termasuk petugas haji.

Dijelaskan Abdul Azhim, setelah masuk Asrama Haji, Kloter I ini akan berangkat besok tanggal 12 Juli 2019 melalui Bandara Kualanamu.

Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumut Abdul Azim menyebutkan, jemaah asal Kota Medan berjumlah 393 termasuk 5 petugas. Jemahah tersebut, dari Pemko 154 orang, KBIH Al mukhtar 124, Pemprov 64, Al Fitriyah 40 dan As Sajadah 9 orang.

Dalam proses penerimaan jemaah calhaj di Asrama Haji ditinjau langsung oleh Ketua Komisi 8 DPR RI Marwan Dasopang. Ia menuturkan penerimaan jemaah calhaj masih sesuai prosedur.

Apalagi ini kloter Medan, jemaahnya agak mandiri dan diantar langsung keluarga. “Ini perjalanan sakral, duyufurrahman, tapi ada kejutan budaya tidak semua jemaah sudah melakukan perjalanan jauh, dan ada lonjakan psikologis. Jadi, butuh bimbingan seperti bagaimana ketika naik pesawat,” katanya, Kamis (11/7/2019).

Karena itu, Marwan berharap, agar proses pelayanan jangan sampai membuat jemaah merasa lelah baik fisik dan psikologis. Sehingga jemaah merasa dilayani.

Dalam peninjauan itu, Marwan juga menyoroti persoalan pendataan saat jemaah masuk ke ruang penerimaan di Jabal Nor. Ia menginginkan agar pendataan tidak orang per orang namun diwakili satu orang saja. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi penumpukan dibagian pendataan.

Marwan juga menyinggung masalah koper jemaah yang diberikan pihak Garuda. Karena, informasi yang diperolehnya dari jemaah yang bukan embarkasi Medan, koper yang diberikan koyak dan pecah.

“Saya melihat, ada kekurangan dalam kualitas kopernya..Apalagi kalau jemaah pulang, tasnya pasti penuh, kopernya itu bisa pecah,” pungkasnya dan akan mempertanyakan lagi ke pihak Garuda mengenai tas koper tersebut.(er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here