Bupati Palas TSO : Seni Budaya Dari Sabang Hingga Marauke Harus Dihargai dan Kita Jaga Bersama

0
28
Bupati Padang Lawas H Ali Sutan Harahap (TSO).

PALAS (Sumut) ketikberita.com | Budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah seluruh kebudayaan nasional yang harus kita Hargai,kita jaga,kita rawat dan kita Melestarikan dengan baik,termasuk kebudayaan lokal yaitu Seni Kebudayaan yang ada Di kabupaten Padang Lawas termasuk Wisatanya harus kita Hargai dan kita jaga sekaligus kita lestarikan, maupun kebudayaan asal asing yang sudah telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Begitu banyak Kebudayaan Lokal di seluruh Indonesia termasuk di Padang Lawas,seperti Kebudayaan Batak (Baik Batak di Daerah Selatan ataupun di Daerah Batak Utara). Dan banyak lagi kebudayaan di Kabupaten Palas dari luar Seni Kebudayaan Batak,yaitu Kebudayaan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tidak menurup kemungkinan Seni Kebudayaan lain pun datang dan hadir di Kabupaten Palas. Bahkan di tingkat Negara Asing pun mereka juga punya Seni Kebudayaan yang sudah berbaur dengan Kebudayaan Pribumi Bumiputera Indonesia, yang mendapat pengaruh budaya Tionghoa, Arab, India, dan Eropa termasuk Indonesia.

” Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan berbangsa yang cerdas dan Saling Harga Menghargai secara keseluruhan masyarakat Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Bupati Palas H Ali Sutan Harahap alias TSO di Kediamannya.

Lanjut Bupati Palas TSO bahwa Kebudayaan harus di Lestarikan dan di kembangkan sesuai Zaman yang dinamis dan Beradab. Dengan demikian kehadiran Kebudayaan kita di Indonesia akan disesuaikan dengan Pembangunan Kebudayaan secara Nasional, yang merupakan pembangunan yang berbudaya dan beradab.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukungnya.

Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan.

Lanjut TSO Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”.

Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional” kita masing-masing.

Jadi kita sebagai Anak-Anak Milenial Bangsa Indonesia jangan pernah memusnahkan Kebudayaan secara Frontal, karena sebelum Kemerdekaan di Indonesia, adat dan budaya sudah hadir menghiasi Kehidupan Bumi Pertiwi Indonesia. Kuncinya adalah kita harus saling Harga Menghargai kehadiran Kebudayaan seluruh Indonesia.

Zaman boleh Canggih tapi Kebudayaan harus tetap di Lestarikan, termasuk kebudayaan dan Wisata kita di Kabupaten Padang Lawas, yang harus kita Hargai dan kita jaga sekaligus kita lestarikan bersama. (DEWA JARLUB S.SOS / JAWA-ARAB-LUBIS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here