“Bobolnya Kas Daerah” Peristiwa Luar Biasa Di Tahun 2019

84
Sejumlah Mahasiswa kota Subulussalam berorasi di KPK pusat, menuntut agar kasus Korupsi dikota Subulussalam diusut sampai tuntas.

SUBULUSSALAM (Aceh) ketikberita.com | Menjadi pertanyaan besar beberapa bulan terakhir ini dikota Subulussalam, terkait pengembalian dana sebuah Proyek yang nominalnya ratusan juta rupiah, ke KASDA kota Subulussalam oleh salah satu perusahaan Kontraktor.

Pengembalian dana ini selain menjadi ISYU besar, malah telah menjadi buah bibir masyarakat daerah ini, hal ini fakta kenapa hal ini bisa terjadi? apakah proyek ini bermasalah sehingga ada perintah pengembalian dana, atau memang ada kelebihan penarikan? atau ada permainan lain, pada hal sesuai UU Tipikor pasal 4, mengamanatkan, pengembalian dana bukanlah menyelesaikan permasalahan hukumnya, dan tak bisa menghapus pidananya.

Pertanyaan hal ini wajar muncul, karena telah menguap ke mana mana, malah menurut Sekretaris BPKAD, “FIRDAUS” ketika ditemui diruang kerjanya mengakui pihak Penegak hukum telah melayangkan surat Panggilan ke Dinas tersebut, yang dipanggil adalah beberapa Kabid, juga termasuk ahli IT, di Dinas BPKAD kota Subulussalam tersebut,.. malah TIM dari POLDA pun telah turun ke kota Subulussalam dan telah memeriksa beberapa oknum, yang dianggap terlibat, namun belum ada yang menjadi TSK, dan mungkin belum cukup bukti, malah menurut informasi yang di kutip, Rekanan yang mengembalikan uang tersebut juga telah diperiksa, akan tetapi semua masih dingin.

Yang sangat mengherankan lagi pengembalian dana MCK yang bernilai 165 juta lebih, wartawan media ini memastikan ke PUPR setempat menanya apa memang ada proyek tersebut dilelang disana, mereka mengatakan tidak ada berkas MCK yang titik lokasinya di Kec, Penanggalan. di Dinas ini juga tak ada berkas proyek, tersebut juga SPM dari Kadis PUPR.

Proyek MCK tersebut juga tidak ada PHO, kata salah seorang Kasi LAB di PUPR tersebut, menegaskan kepada media ini, berarti permainan ini besar dugaan hanya rekayasa di Dinas BPKAD kota Subulussalam.

Selanjutnya kasus terkait bobolnya KASDA, kota Subulussalam sampai milliaran rupiah, mantan Kadis TANBUNNAKKAN, SUHERI, SP, juga mengakui kepada Wartawan, bahwa di Distan ada Proyek terkesan dua kali bayar yaitu Proyek peningkatan jalan produksi Perkebunan,…. yang menjadi pertanyaan, kenapa hal ini baru dikasih tau? Setelah beliau tidak lagi sebagai Kadis?? kenapa selama ini didiamkan? seolah ada pembiaran, dalam pembiaran perbuatan salah ini juga adalah menyalahi aturan, sehingga timbul asumsi2 negatif, akibatnya.

Tak lama kemudian nampak lagi bobrok kinerja oleh oknum yang tak bertanggung jawab, yang dibeberkan oleh Kadis PU PR, yaitu tedapat 5 titik proyek lagi proyek Fiktif, dan dana ini juga sudah dicairkan,pada hal proyek belum jelas, yang mungkin di perubahan 2019 rencananya di limpahkan, keburu ketahuan sehingga oleh Al Hadin Kadis PU PR yang sekarang untuk jangan diproses lagi.

Diakuinya bahwa banyak kali permainan sebelum beliau duduk sebagai Kadis di PU PR kota Subulussalam, lalu yang menjadi pertanyaan ” Siapakah aktor intlektual kesemuanya ini”??? Perlu ditelusuri dan dicaritau siapa dibalik semua persoalan ini,…atau apakah ada kaitan Politik? seolah ada oknum yang sengaja memperkeruh Pemerintahan Walikota yang baru dilantik??..

Isyu ada dua kali penarikan dana proyek, tarik pertama informasi sebelum Pelantikan Walikota Bintang, dan Wakilnya Salmaza, apakah masih ada kaitan Pejabat lama disini? Sepertinya pasti ada, karena sebelum pelantikan belum ada Mutasi pajabat Eselon II dan III, jadi mungkin saja pejabat yang pengsiunpun masih bisa terlibat diasana.

Mendengar dan melihat persoalan ini dikota Subulussalam, dan pastinya hal ini masih dalam penyelidikan oleh penegak hukum,.. dan sampai saat ini belum ada ditetapkan sebagai TSK, maka oleh Mahasiswa Subulussalam melakukan Demo di KPK pusat Jakarta meminta agar diusut kasus korupsi di kota Subulussalam sampai tuntas.

Mahasiswa mendesak para penegak hukum agar benar benar memeriksa, dan menindak lanjuti persoalan kasus yang menggegerkan dikota Subulussalam ini, hingga dapat diketahui siapa sebenarnya pelakunya dan “Aktor dibelakang aksi ini” sehingga hal ini tidak menjadi teka teki, yang menjadi guyon halayak ramai, dikota Subulussalam.

Mahasiswa sangat mengharapkan kiranya penegak hukum harus tegas, dan harus mampu mengusut persoalan korupsi dikota Subulussalam, harus berani mengatakan yang salah itu memang benar salah, dan yang benar itu memang benar,..demi Clean Goverment kota Subulussalam.(J,Saran)