Bank Indonesia Perkirakan Inflasi Tahun 2019 Masih Tinggi

0
86

MEDAN ketikberita.com | Bank Indonesia (BI) mengakui inflasi di Sumatera Utara tahun 2019 diproyeksikan 4,15-4,55 persen, masih lebih tinggi dari inflasi 2018 sebesar 1,23 persen serta berada di rentang atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 plus minus 1 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan hal itu kepada wartawan di Medan Senin (8/7). Saat itu Wiwiek didampingi Direktur BI Andiwiana S, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM Demina Sitepu.

Ia menjelaskan pemicu inflasi di Sumut, utamanya cabai merah karena harganya dalam tiga bulan terakhir dari bulan Ramadhan hingga kini mencapai Rp70.000-Rp80.000 per kg.

“Andil inflasi cabai merah di Sumut cukup besar sampai 6,2 dari total andil 380 komoditi yang disurvei sebesar 6,6,” kata Wiwiek.

Wiwiek menyebut pada Juni 2019, inflasi Sumut 1,63 persen, ytd (Januari-Juli 2019) mencapai 4,30 persen dan yoy 5,87 persen. “Inflasi yang tinggi ini bersumber dari kenaikan harga cabai merah, didorong oleh keterbatasan pasokan Sumut, terhentinya pasokan dari Jawa menyusul harga di daerah Jawa yang juga tinggi,” jelas Wiwiek.

Menurutnya, cabai merah menyumbang 70 persen inflasi Sumut. Medan merupakan kota terbesar penyumbang inflasi di Sumut yakni sampai 80 persen dibanding tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) lainnya; Sibolga, Padangsidempuan dan Pematangsiantar.

“Jadi kalau inflasi Medan bisa dikendalikan maka inflasi Sumut juga bisa terkendali,” ujarnya.

Kenyataan saat ini, di Kota Medan harga cabai merah sebagai pemicu inflasi utama masih tetap tinggi mencapai Rp80.000 per kg. Sebenarnya produksi cabai merah di Sumut sudah cukup memenuhi kebutuhan untuk daerah ini. Tapi karena beberapa daerah kekurangan cabai merah seperti Aceh dan Pekanbaru yang harganya jadi mahal maka banyak petani yang menjual cabai merah ke daerah itu.

Selain cabai merah, komoditas penyumbang inflasi Sumut juga cabai rawit, bawang merah, bawang putih, angkutan udara dan ikan tongkol.

Oleh karena itu, tambah Wiwiek, BI memproyeksikan inflasi Sumut tahun 2019 4,15-4,55 (yoy), setidaknya masih berada di ambang atas target nasional 4,55 persen. “Begitupun ada harapan kecil tapi harus optimis mampu mencapai sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 plus minus 1 persen,” ujarnya.

Dia menyebutkan, beberapa hal yang harus dilakukan terkait pengendalian cabai merah ini, antara lain adalah, dibutuhkan database yang lengkap, terkait dengan cabai merah.

“Kita ingin database yang tidak hanya menunjukkan produksinya saja, tetapi juga peredaran cabai merah ini. Bagaimana konsumsinya, bagaimana pembentukan harga pokok di tingkat petani, pedagang besar, pedagang eceran, sehingga pemerintah daerah bisa masuk secara lebih spesifik, mana-mana yang bisa dipengaruhi, misalnya margin di pedagang besar hingga bagaimana meningkatkan efisiensi petani,” sebutnya.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, diperlukan adanya, anggaran dari Pemda untuk diperlukan sewaktu-waktu apabila memerlukan operasi pasar. Karena operasi pasar, pasti ada pihak yang harus menanggung kerugian, akibat harga yang tinggi, sementara kita akan perbaiki harga yang lebih rendah.

Ketiga, solusi jangka panjang, bagaimana kita bisa memberikan solusi kepada petani, agar tidak menjual langsung ke masyarakat. Tetapi produksi petani bisa ditampung di dalam suatu lembaga atau institusi, seperti dalam alat yang bisa mempertahankan kualitas cabai untuk jangka yang lebih panjang 3-4 bulan.

“Sehingga pada saat petani produksinya tinggi, bisa disimpan dan bisa dijual pada waktu saat produksi tidak ada,” katanya.

Keempat, harus dilakukan kerjasama antar daerah. Kerjasama ini penting sekali, karena Pemda kabupaten kota, bisa mempengaruhi dan bisa memberikan support kepada petani agar bisa menjual kepada sesama daerahnya.

Dia menegaskan, hampir sebagian besar kebutuhan cabai, dikonsumsi di Kota Medan. Dan inflasi di Sumut 82 persen dibentuk di Kota Medan, selain ada tiga kota seperti P. Siantar 10 persen , Sibolga 3 persen, Padangsidimpuan 5 persen.

“Sehingga Medan merupakan titik prioritas utama kalau ingin mengendalikan inflasi di Sumut. Kendalikan inflasi di Medan, maka akan mengendalikan inflasi di Sumut,” ujarnya.(er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here