17 Kali Beraksi Dibergai Lokasi Jamret, Cecep Dua Bulan Bebas Dari Penjara, Kembali Diamankan Polsek Batu Ampar

0
117
Kapolresta barelang Kombes Pol Hengki, WakaPolresta Barelang AKBP Mudji Supriadi, beserta Kasat Reskrim Poltresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Kapolsek Batuampar AKP Reza Tarigan, Kapolsekta Lubukbaja Kompol Yunita Stevani saat komprensi Perss sedang menunjukan barang bukti hasil kejahatan yang dilakukan para penjamret di 17 titik lokasi yang ada di Batam.(Foto:Indralis)

BATAM, ketikberita.com | Jajaran Sat Reskrim Polsek Batu Ampar berhasil mengamankan 6 pelaku jambret beserta penadahnya yang terjadi 17 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Batam.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, didampingi Wakapolresta Barelang AKBP Mudji Supriyadi, Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Kapolsek Batuampar AKP Reza Morandy Tarigan dan Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani, saat konferensi pers, Selasa (2/6/2019) bertempat di Mapolresta Barelang.

Hengki, mengatakan kronologis penangkapan tersebut, diawali dari tanggal 23 Mei 2019 ada laporan dari seorang Ibu korban jambret di Sekupang. Kemudian Satreskrim Polresta Barelang mengembangkan hal tersebut dan di ketahui identitas para pelaku.

“Sehingga tanggal 25 Mei 2019, amankan pelakunya, dan korban mengalami kerusakan berupa handphone dan uang sebesar Rp. 1,5 Juta serta patah tulang, “ujar Hengki.

Dikatakan Hengki, pelaku utama atas nama Cecep alias CH sebagai Eksekutor, sedangkan untuk joki pembawa motor Yus Lani alias YL. Sementara itu seorang pelaku merupakan residivis yang baru keluar dari hukuman selama 4 tahun di lembaga Permasyarakatan (RUTAN) Barelang baru sekitar 2 bulan lalu.

“Ada 17 TKP yang berhasil di kembangkan dari TKP Sekupang , dalam kurun dua bulan pelaku bebas, ada 17 TKP ia jambret, ambil tas dengan cara di rampas, “kata Hengki.

Hengki, menambahkan selain barang bukti uang dan handphone juga di amankan sepeda motor untuk para pelaku gunakan untuk jambret. Hasil jambret tersebut kemudian di jual kepada inisial ZA dan AR yang di jerat dengan pasal 480 sebagai penadah.

Lanjut Hengki, untuk pelaku utama di jerat dengan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman paling lama 12 tahun atau 15 tahun kurungan penjara.

Hengki, berharap dengan adanya kejadian tersebut, kepada masyarakat maupun pendatang yang sedang liburan supaya berhati – hati dalam membawa barang – barang berharga contoh tas slempang yang sedang bawa motor. Jadi ada kesempatan dan ada niat.

Hengki, menghimbau kepada masyarakat harus hati – hati dalam barang bawaannya, untuk tas kecil masukan aja dalam jok motor, sehingga tidak mengundang niat pelaku kejahatan.(Indralis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here