100 Pelaku UKM Ikuti Kelas Manajemen Keuangan Usaha Bekraf

0
90

MEDAN ketikberita.com – Sebanyak 100 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kreatif Medan mengikuti Kelas Manajemen Keuangan Usaha digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Grand Aston Medan, Rabu (30/8).

Direktur Akses Perbankan Bekraf Restog K Kusuma menuturkan pihaknya memberikan akses permodalan kepada pelaku UKM Kreatif, baik perbankan maupun non perbankan.

“Acara ini bertujuan mengenalkan pembiyaan perbankan konvensional untuk mengembangkan usaha dan membekali manajemen keuangan yang bermanfaat bagi pelaku UKM Kreatif yang berencana mengajukan pembiayaan perbankan,” kata Restog Kusuma.

Disebutkannya, UKM Kreatif Medan yang mengikuti kelas manajemen keuangan usaha itu terdiri dari Rumah Kreatif BUMN (RKB), binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan jaringan Bank Negara Indonesia (BNI).

“Kami sudah melaksanakan kegiatan ini di 10 kota sebelumnya dengan jumlah peserta lebih dari 900 orang. Harapan kami, kegiatan ini bermanfaat bagi pelaku UKM Kreatif,” katanya.

Dia juga berharap pelaku UKM Kreatif bisa memaksimalkan bimbingan dan pelatihan yang diselenggarakan Bekraf untuk menentukan kebijakan bisnis maupun mengakses pembiayaan perbankan.

Menurut Restog, perekonomian dunia yang didukung komoditi kelapa sawit dan karet turun, justru sebaliknya ekonomi kreatif bisa tetap kuat. Oleh karena itu ekonomi kreatif perlu didukung oleh dana perbankan.

“Di kelas manajemen ini kami menjelaskan kepada para pelaku UKM Kreatif untuk bisa memenej keuangan dengan baik,” ujarnya.

Kelas manajemen keuangan itu menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara diwakili Kabid Perdagangan Dalam Negeri Misbah.

Dalam sambutannya, Misbah menyatakan mendukung kegiatan yang dilaksanakan Bekraf bertujuan mengembangkan UKM Kreatif. Dia menyebutkan, di Sumut banyak pelaku UKM Kreatif yang berkembang pesat, diantaranya usaha batik khas Sumut.

Dia minta pelaku UKM Kreatif menjalankan bisnis sesuai koridor. Hal ini dirasakan ketika naik transportasi online (Grab) yang dinilainya juga merupakan usaha kreatif.

Praktisi keuangan Ahmad Gozali yang tampil sebagai pembicara pada kelas manajemen itu menjelaskan pentingnya membedakan uang pribadi dan usaha. Dia menegaskan manajemen keuangan dibutuhkan untuk mencatat perputaran arus uang usaha, sehingga keuangan bisnis tercatat dengan baik.

“Keuangan bisnis yang tercatat bisa digunakan sebagai history record keuangan usaha untuk melengkapi salah satu persyaratan mengakses pembiayaan perbankan,” katanya.

Ahmad Gozali melengkapi kelas manajemen keuangan itu dengan contoh dan pelatihan membuat laporan keuangan sederhana.

Sementara itu, informasi pembiayaan perbankan konvensional dijelaskan oleh Pemimpin BNI SKC Polonia Bambang Sugiarto. Dia bukan hanya menjelaskan model pembiayaan BNI, tetapi juga persyaratan yang perlu dilengkapi pelaku UKM Kreatif yang hendak mengakses pembiayaan mereka.(er)